43 - Enam Jam | Pulang

105 11 0
                                        

Rundown perjalanan pulang : TIDUR

Soobin sudah menegaskannya kepada San. Sampai San berani menyentuhkan jari untuk membangunkan Soobin, ia tak segan menendang San keluar jendela.

Perjalanan dimulai pukul delapan pagi.

Formasi duduk yang sama persis seperti keberangkatan. Juga situasi yang tak jauh berbeda. Detik pertama mahasiswa-mahasiswi memasuki bis, mereka langsung menjatuhkan kesadarannya pada jok yang lembut dan empuk, memabukkan dirinya dengan aroma jeruk pewangi bis.

Bis sudah membawa mereka keluar dari perhutanan.

Empat hari tiga malam yang cukup menyulitkan.

Jisung : "Eh, Na. Lo mau liat Soobin ngejamet gak?"

Anjing ya, Hwang Jisung---Eh, Han Jisung, anjir.

Aduh, ngantuk banget gue...

"HAHAHAHAHAHAHA."

Jisung : "Serius, Na. Soobin pernah ngejamet ala-ala fuckboy tau."

Soobin berusaha keras tak bergeming dari pundak Anna.

Cukup sulit usahanya untuk meneguhkan diri, membiarkan Anna menggenggam tangannya tanpa Soobin menggenggamnya balik. Soobin membiarkan Anna bermain dengan tangan hangatnya, karena Soobin tahu Anna tak memiliki banyak kesempatan untuk melakukannya. Makanya Soobin tidur, mengisi tenaganya, sekaligus menyerahkan dirinya kepada Anna.

Anna : "Kayak lo sekarang gitu?"

"HAHAHAHAHAHAHAHA."

Changbin : "Kayak lo sekarang, Ji? HAHAHAHA."

Jisung : "Bener-bener anjir, gak ceweknya, gak cowoknya, kalo ngomong nyakitin hati."

Seungmin : "Gak usah drama."

Changbin : "Drama jobdesc-nya Hyunjin."

Hyunjin : "Gue diem, ya. GUE LAGI DIEM, YAK."

Anna : "Bukannya dulu gak bawa hape? Gimana foto-fotonya?"

Kritis memang. Gak bisa asal ngomong sama cewek gue.

Seungmin : "Kamera mah boleh."

Hyunjin : "Wajib malah. Tiap hari harus ada foto diri sendiri."

Changbin : "Kayak... biar tiap libur terus pulang, bisa laporan orang tua gitu, loh. Tanggal segini, wujud kita kayak gini, ada acara ini, gitu-gitu."

Anna : "Mana sini mau liat."

Soobin membuka perlahan matanya yang tertutup poninya sendiri. Mencari Yeonjun, yang ternyata sudah tak bernyawa di samping Yeji.

Soobin menutup matanya lagi.

Gak ada Yeonjun, gak ada yang belain gue...

Jisung : "Nih, Na."

Changbin : "Ini mah udah deket lulus, anjir. Udah cakepan."

Hyunjin : "HAHAHAHAHAHA eh, kayaknya gue banyak, deh... aib Soobin... Bentar-bentar, scroll dulu..."

Soobin menyempatkan diri membuka mata untuk sepersekian detik, untuk memastikan sejauh apalagi harga dirinya dijatuhkan oleh teman-temannya sendiri di hadapan kekasihnya.

Untung gue cakep dari lahir.

Untung gue cakep dari lahir

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Klandestin | Choi SoobinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang