klan·des·tin adv secara rahasia; secara gelap; secara diam-diam
=
"Saya Choi Soobin, mulai hari ini jadi tutor kamu---"
"Cepet selesaiin les ini dan kita balik ke kesibukan masing-masing."
"... Kesibukan saya ya kamu."
"Dan gak usah sok formal."
sta...
Anna seketika sakit kepala begitu ia keluar kamar, dan melihat ruang tengah apartemen Soobin seperti tempat pengungsian. Televisi dibiarkan menyala, menampakkan mereka sedang menonton salah satu serial Conjuring, The Nun, yang telah melewati klimaks cerita. Enam orang yang menyetel film malah terkapar tak sadarkan diri di sofa, meja, dan karpet.
"Ngomong doang nonton horror, bagian serem ditinggal tidur," gumam Anna.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Anna menyenggol Soobin agak keras, berniat membangunkannya. "Woy." "Itu ada yang ngebel." "Bangun, ih. Ada yang ngetok." "Gila, ya. Lo tidur apa mati, sih?" "Ada-ada aja lagian jam setengah sebelas malem orang dateng." "Bangun, woy!" "Kak Soobin!"
Anna menyerah. Ia memandangi satu per satu kakak tingkatnya yang tengah mendengkur pelan itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[ anggotarahasianegara yang sedangboboganteng]
"Apa rasa nonton horror tapi lampunya terang-benderang," gumam Anna lagi.
Bel beserta ketukan pintu masih berlanjut. Anna beralih pada remote tv, membesarkan volume suaranya sampai maksimal dan membiarkan enam orang tersebut bangun karena suara jeritan dari film.
"Mati apa tidur sih lo semua?" ketus Anna setelah keenamnya terkesiap karena jeritan dari film.
Anna melempar remote yang tadi ia pegang ke karpet, dan ditangkap oleh Yeonjun, kemudian ia segera mengambalikan volume televisi ke volume wajar telinga manusia.
"Ada yang ngetok tuh dari tadi," ujar Anna menunjuk pintu dengan dagu sambil berlalu ke dapur.
Hyunjin menggeliat, menguap pelan, dan memandang Soobin, sang pemilik rumah. "Sape anjir jam sebelas kurang?"
Soobin masih mengucek mata dan menggaruk rambutnya, membalas lesu, "Siapa, ya? Duh, ganggu aja..." Namun sesaat kemudian ia segera melompat, teringat sesuatu, "OH, IYA!"
"Apaan, si?" tanya Seungmin pada Soobin yang tiba-tiba panik mengecek ponsel.
Soobin melempar ponselnya ke sofa dan berlari kecil menuju pintu. Hyunjin meraih benda itu dan membaca layar yang terpampang di depannya.