Seusai sarapan, Viona langsung duduk di ruang tengah dengan kaki bersila, siap untuk melakukan game online yang menjadi favoritnya. Masih sampai di bagian login, bel rumahnya di tekan dan menimbulkan bunyi sampai ke seluruh penjuru ruangan. Viona berdecak, pasti yang datang adalah manusia halu dengan imajinasi yang tinggi. Siapa lagi jika bukan Dava Arga Pratama, orang aneh yang menjadi pacar kakaknya selama 4 tahun ini.
Terdengar Elsa sedang mandi, jadi tidak menutup kemungkinan jika yang datang memang Dava karena mereka sudah janjian sebelumnya.
Viona memijat pelipisnya sebelum membuka pintu. Otaknya di persiapkan untuk mendengar ocehan Dava yang diluar nalar itu, mendengar imajinasi Dava tentang frozen.
Tapi saat pintu terbuka, mata Viona sedikit membelalak. di depannya saat ini adalah kurir dengan seragam warna oranye dan ada paket di tangannya.
"Selamat pagi, saya ingin mengantarkan paket atas nama Elsa" ucap kurir tersebut dengan sopan sembari memberikan paket beserta kertas yang perlu di tanda tangani oleh penerima.
Viona langsung memberikan tanda tangan dan menerima paket milik kakaknya tersebut.
"Terimakasih pak" ucap Viona
"Sama-sama" ucap kurir tersebut kemudian beranjak pergi.
Viona langsung masuk dan menaruh paket di atas meja. Elsa tidak pernah membahas mengenai paket beberapa hari ini. Tapi jelas nama Elsa terpampang di atas paket beserta alamat lengkap dan dari aplikasi yang sering Elsa gunakan untuk berbelanja online.
Tidak mau kepo dengan urusan Elsa, Viona lebih memilih untuk menatap layar ponselnya. Nanti bisa Viona tanyakan mengenai paket dan isinya.
Beberapa puluh menit setelah itu, Elsa turun dari tangga sedikit teburu dengan tas kecil yang ada di tangannya. Jelas bukan untuk kuliah. Elsa mandi pagi untuk bersiap datang ke rumah Dava, menemani mama Dava berbelanja sesuai yang di janjika oleh Elsa dua hari lalu.
"Kak ada paket" ucap Viona saat Elsa hendak angkat bicara. Untuk pamit jika Elsa akan pergi, tapi Viona mendahului berbicara.
Elsa mengernyitkan dahinya bingung. Elsa tidak merasa memesan barang apapun akhir-akhir ini, kemudian Elsa langsung menyambar paket yang di bungkus dengan kertas warna cokelat tersebut. Ada nama dan dari mana barang itu berasal. Salah satu aplikasi yang biasa Elsa gunakan.
Lantas Elsa membuka aplikasi belanja di ponselnya. Benar saja, hampir semua barang di keranjangnya sudah check out. ada yang masih di kemas, ada yang di kirim dan ada yang selesai. Elsa mendengus kesal, ia tau ini ulah Dava. Siapa lagi yang mengutak-atik ponselnya dan membelikan semua barang jika bukan Dava.
"Makasih ya Vi" ucap Elsa
"Itu apaan kak?" Tanya Viona
"Baju" jawab Elsa asal. Ia juga tidak tau itu baju atau pernak-pernik kamar yang sudah di kirim.
"Kakak mau nemenin mama nya Dava belanja. Jaga rumah yang bener. Kalau mau berangkat sekolah, jangan lupa di kunci semua pintu" pamit Elsa dan langsung berlalu begitu saja daripada Viona malah bertanya yang macam-macam.
***
Suasana supermarket sedikit lebih ramai jika menjelang siang seperti ini. Berebut troli bahkan keranjang belanja. Elsa sudah mendapatkan satu troli tanpa berebut dengan pengunjung lainnya. Sekarang Elsa berjalan beriringan dengan Vanya yang hanya tersenyum hangat sembari mengingat benda apa yang ingin di belinya hari ini.
Beberapa ramen instan, mie instan dan sarden kaleng yang menjadi pilihan Vanya langsung di masukkan ke dalam troli. Beberapa lainnya adalah minyak goreng, gula dan daging.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dava & Elsa
ChickLit(Sekuel Backstreet) Mencintaimu bukan lah cara menciptakan sebuah pelangi, tapi tentang cara terkuat untuk menghadapi badai. (Dava) Langit tak selalu biru, mendung tidak selalu datang hujan, sore tidak selalu akan jingga, dan hidup tidak selamanya a...
