Kolaborasi Rasa

151 71 71
                                        

Misi hidupku :

Menjadi orang yang begitu sibuk mencintai hidup, sehingga diri tak punya waktu untuk membenci, menyesal, apalagi takut. Skenario buruk tak layak menipu, hingga buat diriku meragu

Happy Reading, Guys!❤️

- - - - - - - - - - - - -

Setelah membuat Anesha jadi salah tingkah sendiri, Deon segera bertindak seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu hal.  Deon menunduk dan asyik pada ponselnya tanpa memperhatikan sahabatnya.

"Bisa jadi bidadari juga lo?" kekeh Deon

Pandangan matanya tetap tertuju pada layar ponsel, tanpa berkutik sedikitpun. Anesha yang tengah asyik menelusuri dimana letak strategis pengambilan cemilan itu langsung teralihkan perhatiannya. Apa?! Deon tengah memujinya?

Anesha manggut-manggut, tentu saja seberkas rasa bangga terbesit didada.
"Baru tau? Dari dulu kali, makanya diperhatikan baik-baik dong, bukan dicuekin apalagi dilewatin." balas Anesha dengan bangganya

Karena situasi rumah Alan lumayan ramai, mereka tak perlu takut pembicaraannya dijadikan pusat perhatian. Mendengar pengakuan Anesha, kini Deon akan berpikir dua kali untuk memuji gadis berlesung pipi itu, lengkungan tipis tercetak diwajahnya.

Mengapa Anesha jadi makin narsis? Tapi Deon suka. "Iyalah, bidadari asal mana lo?" tanya Deon

Anesha tersenyum semringah, ponsel Deon telah dikantongi pemiliknya sendiri.
"Dar---,"
Belum sempat Anesha menjawab, Deon mengisyaratkan agar Anesha berhenti berbicara saat itu juga, rupanya acara pembukaan telah menanti.

Anesha menurut, mata gadis itu diam-diam mencuri pandang dengan Deon yang tenang mencermati pembawa acara.  Deon saat ini berbeda, Anesha suka.

Tanpa aba-aba Deon membisikkan suatu kalimat pada telinga Anesha.
"Bidadari jatuh dari got, itu lo."

Anesha mendengus berat, untuk apa dia bisa menjejaki level percaya diri tingkat dewa? Pada pemuda yang suka sekali memberi kejutan.

"Gimana kabar, blog nulis lo?" tanya Deon

Anesha mengeryitkan dahi, lagipula untuk apa Deon ingin tau sekali urusannya? Memang dia akan mengikuti blognya, palingan Anesha hanya akan diejek.

____

"Panggungnya indah banget!" ujar Anesha

Dia begitu menganggumi ornamen yang terpasang, ada bunga matahari, bunga kesukaannya. Dia ingin ikut duduk kesana.

"Baguslah orang gue yang nge-desain, lebih tepatnya cuma bantuin," sahut seorang pemuda dengan suara yang tak asing

Berbeda dengan Deon dan Anesha yang memakai pakaian khusus pesta ulang tahun, Ieon dengan anti-mainstream memakai baju kotak-kotak lengan panjang.

"Gue juga ikut campur tangan, lumayan." imbuh Ieon sang raja plin-plan

Napas Ieon memburu, keringat membasahi wajahnya. Padahal acara baru berlangsung seperempat bagian.

Deon menghela napas berat, bisa-bisanya Ieon mencemari udara disekitarnya, dengan keringat.

"Lo pulang, mandi, terus balik. Gue lebih ga mau denger lo di kira orang gembel," usul Deon menatap Ieon

Not An Ordinary FriendshipTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang