21.

830 84 1
                                        


"Ayo, Kay! Lu bisa kok biasa aja di sekolah!"

Dari tadi gua nggak berhenti menyemangati diri gua supaya bisa bersikap biasa aja di sekolah nanti. Tapi, rasanya nggak mudah aja buat gua karna kejadian kemarin masih terngiang-ngiang di kepala gua.

Gua mengambil tas gua lalu keluar dari rumah sambil membuka aplikasi ojek online pastinya untuk memesan ojek karna gua nggak bisa berangkat bareng salah satu dari mereka, sekali pun itu Eunwoo.

"H-hah?! Winwin?"

Badan gua membeku melihat Winwin yang ada di depan rumah gua entah sejak kapan. Dia memasang senyumnya yang lebar ke arah gua dan akhirnya gua sendiri nggak bisa menahan senyum gua saat melihat senyum dia.

"Baru aja gua mau panggil, eh lu udah keluar duluan. Pas banget deh kalo gitu." Kata Winwin.

Dari tempat gua berdiri, gua bisa melihat Mingyu yang baru aja keluar dari rumahnya, begitu juga Eunwoo. Yang gua liat, Eunwoo keliatan bingung karna ada Winwin di rumah gua pagi ini.

"Kok lu-"

Gua buru-buru naik ke motor Winwin dan nggak melanjutkan kalimat gua saat melihat Jaehyun yang keluar dari rumahnya.

"Gua feeling aja, Kay. Gua tau lu lagi ada masalah sama temen-temen lu." Kata Winwin sambil mengendarai motornya.

Sekarang gua merasa ada tiga motor yang mengawasi gua di belakang, pastinya itu adalah motor Eunwoo, Mingyu, dan Jaehyun. Gua bener-bener nggak nyaman ada di depan mereka bertiga.

"Gua tau lu lagi butuh gua." Katanya.

Jantung gua seperti melompat-lompat mendengar kata-kata Winwin barusan. Seakan-akan gua dipaksa untuk senyum setelah mendengar suaranya barusan.

"Thanks, btw." Kata gua.

"Sama-sama." Jawabnya.

Gua merasa gua sama Winwin semakin dekat dan gua sendiri nggak pernah menyangka dan juga gua nggak pernah berharap bisa sedekat ini sama dia. Sekarang apa gua salah kalo berharap Winwin punya rasa yang sama kayak gua?

Sikap dia akhir-akhir ini bikin gua semakin jatuh sama pesonannya. Gua suka sisi perhatian dan peduli dia. Menurut gua juga Winwin punya aura yang positif.

"Lu takut guntur, ya?" Tanya Winwin.

"Hmm, kok lu tau?" Tanya gua balik.

"Gua cuma pernah ngeliat lu ketakutan pas hari pertama gua masuk sekolah. Gua denger lu teriak soalnya." Katanya.

Kalo diinget-inget kejadian waktu itu, gua jadi malu sendiri karna teriak di lobby sekolah. Untungnya nggak rame, tapi tetep aja Winwin ngeliat gua teriak dan gua tetep malu.

"Ah, itu. Lupain aja lah. Gua malu." Kata gua.

Sepanjang perjalanan dari rumah ke sekolah, gua dan Winwin nggak berhenti ngobrol. Tapi gua masih nggak nyaman ngobrol sama Winwin di motor karna Jaehyun dan Eunwoo ada di belakang gua. Entah kenapa rasanya nggak nyaman aja ada di depan mereka.

Winwin memarkirkan motornya jauh dari pintu masuk sekolah, sedangkan motor Jaehyun dan Eunwoo parkir di dekat pintu masuk. Artinya gua dan Winwin bakalan ngelewatin mereka. Masalahnya, mereka bertiga keliatan nungguin gua.

"Lari yuk." Kata Winwin sambil tersenyum lebar ke arah gua.

Gua ikutan tersenyum melihat senyum cerah milik Winwin tersebut. Lalu gua menganggukkan kepala gua menyetujui tawaran Winwin tersebut.

Tanpa bicara apa-apa lagi, Winwin menarik tangan gua lalu berlari masuk ke dalam sekolah dan melewati Jaehyun sama Eunwoo yang sedang menunggu gua. Gua dan Winwin pun nggak bisa menahan tawa kita masing-masing walau nggak tau apa yang lucu.

B-Friend ; Kim MingyuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang