22.

825 84 2
                                        


"Sore!"

Mata gua tertuju ke arah mama yang ternyata udah pulang. Gua melangkan mendekat ke arah mama yang sedang sibuk di dapur. Di atas meja makan gua melihat beberapa macaron yang gua yakini mama yang buat.

"Cobain sayang." Kata mama dengan senyumannya.

"Kate cuci tangan dulu." Kata gua sambil berjalan ke wastafel.

Diam-diam gua tersenyum karna mama yang tiba-tiba jadi manis seperti ini. Udah jarang banget gua bisa ngeliat mama kayak begini. Biasanya di rumah pun dia bakalan sibuk sama gadgetnya.

"Mama bikin sendiri?" Tanya gua, dia mengangguk.

Gua mengambil satu macaron buatan mama tersebut dan menyicipinya. Di hadapan gua ada mama yang menunggu reaksi gua setelah memakan macaron buatannya tersebut.

"Gimana?" Tanya mama.

"Enak, Ma." Kata gua.

Akhirnya gua nggak perlu ngeluarin uang jajan gua buat beli cemilan karna di sini ada mama yang buat macaron super banyak. Kayaknya gua bisa makan sampai berhari-hari.

"Kamu ganti baju dulu gih, abis itu turun ke bawah." Kata mama, gua menganggukkan kepala gua.

Setelah menghabiskan dua macaron, gua membawa tas gua ke kamar lalu mengganti seragam gua ke baju rumah. Gua nggak sabar makan macaron buatan mama lagi, jadi gua langsung turun ke bawah.

Gua berjalan ke arah dapur dan melihat masakan yang cukup banyak di dapur. Hari ini mama beneran aneh sampai bikin gua sedikit takut.

"Kok kamu pulangnya sore sih?" Tanya mama.

"Tadi jalan bentar sama temen." Jawab gua.

Setelah pulang sekolah tadi Winwin sempet ngajakin gua buat nemenin dia beli buku. Nggak mungkin gua nolak ajakan dia tersebut. Lagian gua sama sekali nggak keberatan kalo pulang telat karna dia.

"Pantesan." Kata mama.

Sebisa mungkin gua menahan senyum gua karna akhirnya gua bisa ngobrol-ngobrol kayak begini lagi sama mama. Udah lama banget gua nggak bisa ngobrol kayak begini sama mama.

Ding dong!

Mama meningglkan dapur dan berlari menuju pintu rumah untuk membukakan pintu untuk tamu yang datang. Mungkin itu alesan mama masak banyak hari ini.

Tapi, siapa tamunya?

"HALO, TANTE! UDAH LAMA BANGET NGGAK KETEMU!"

Gua tersentak mendengar suara Bambam yang menggelegar dan diikuti suara tawa Yugyeom sama Dokyeom dari sana. Gua pun langsung menengok ke belakang dan melihat ke delapan teman gua yang masuk ke dalam rumah gua satu per satu.

Seketika mood gua turun setelah melihat Mingyu di sana. Ya, gua nggak tau kenapa gua masih kesal sama Mingyu tanpa alasan dan anehnya gua udah mulai menerima kejadian kemarin.

"Ih asik! Banyak makanan!" Kata Jungkook.

"Makan di halaman samping aja, ya. Nanti Tante sama Kate bawa keluar." Kata mama, mereka semua mengangguk lalu pergi ke halaman samping rumah gua.

Mama menarik gua ke dapur untuk membawa masakannya ke halaman belakang. Mama masak sebanyak ini buat anak orang lain? Gua kira semuanya khusus buat gua hari ini.

"Mama ngapain aja mereka ke sini sih?" Tanya gua.

"Mama kangen ngeliat muka mereka." Jawab mama.

Gua membawa tumpukan piring ke halaman samping lalu menaruh tumpukan piring tersebut di atas meja yang di sediakan di halaman samping rumah gua.

"Tante, mau dibantu nggak?" Tanya Mingyu.

B-Friend ; Kim MingyuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang