22 - Rasa Yang Tertutupi.

2.2K 222 11
                                        

Peluk aku, maka aku akan menceritakan semua tentangmu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Peluk aku, maka aku akan menceritakan semua tentangmu.
–Ghama Dewa Baskoro.

🦋

Selepas mengambil obat yang Ibu titipkan padaku, aku ingin segera pulang. Merebahkan tubuh ke kasur empuk milikku. Sayanganya, rasa penasaranku lebih besar sekarang. Soal Dewa yang tengah duduk sendirian di ruang tunggu rumah sakit. Ingin menghampiri, tapi itu bukan urusanku. Wajahnya terlihat cemas dan khawatir, bukannya sok tau, tapi sepertinya Dewa memang tengah khawatir sekarang.

Ketika ingin melangkah menghampiri, Maula lebih cepat datang. Memeluk Dewa dari samping, menyenderkan kepala Dewa pada pundaknya. Entah apa yang membuatku masih berdiri di sini. Melihat mereka berdua dalam diam. Bahkan ketika aku tau ini menyakitkan.

Memilih untuk pergi itu hal yang paling baik. Menyembunyikan rasa yang tak seharusnya ada. Dia bukan siapa-siapa, tapi mengapa aku cemburu saat ada yang mendekatinya? Aku tau ini konyol, tapi itu yang aku rasakan.

Aku mengambil sepeda. Mengayuh di bawah mendungnya langit siang. Menoleh ke belakang, berharap Dewa akan datang menghampiri. Mengoceh dengan ocehan-ocehan konyolnya. Sayangnya itu hanya sebuah harapan yang sampai kapan pun tak akan pernah terjadi. Aku mendengkus. Wajah cemas Dewa tadi masih saja berseliweran. Aku heran, apa yang membuatnya secemas itu?

Aku menghentikan sepeda yang aku kayuh, ingin membeli es kelapa muda di pinggir jalan. Setelah meminta apa yang aku mau, aku duduk di kursi. Memainkan ponsel agar tak bosan. Akun Instagram milik Dewa sekarang memenuhi layar. Hanya ada tiga foto dan satu foto terbaru baru saja di-posting beberapa menit yang lalu.

Sandaran ternyaman, itu pundakmu.

Itu caption yang Dewa tuliskan di bawah foto. Foto dua tangan yang bergandengan. Dan aku tau itu adalah Maula. Sebab ada gelang bertuliskan nama Maula di sana. Juga Dewa yang meng-tag akun Instagram milik Maula.

maula.bf nama akunnya.

"Kenapa juga sih aku harus cemburu? Nggak seharusnya! Ish, Lentera bodoh," makiku pada diriku sendiri.

"Cemburu sama siapa?" tanya seseorang membuatku terkejut. Segera saja aku matikan ponsel milikku.

"Eh?"

Taksa datang sembari mengunyah ciloknya. Dia mengambil es kelapa yang aku beli tadi dan membayarnya membuatku melotot. Aku mencekal lengan Taksa. "Kenapa jadi Kakak yang bayarin? Kan Lentera yang pesen."

Taksa menoleh. Wajahnya tak berseri-seri seperti tadi. Apa aku salah bicara? Aku rasa jawabannya adalah iya. Pasalnya aku terlalu ketus tadi. Entahlah, mood-ku benar-benar buruk hari ini.

"Kenapa enggak mau? Padahal lo nggak pernah nolak kalau sama Dewa. Kenapa sama gue nolak?" balasnya.

Untuk yang kedua kali, dengan perasaan yang sama, aku kembali teringat akan perasaan yang semakin menggebu ini. Seakan meminta untuk dia datang dan mengungkapkannya. Sayangnya, jika diungkapkan kemungkinan terburuknya dia akan pergi. Bahkan tak kembali. Itu kemungkinan terburuk yang pernah aku duga.

KAKAK KELAS [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang