• EKSTRA PART •
Music : Seventeen - Menemukanmu.
Tidak terasa, sudah sejauh ini aku melangkah bersamamu.
—Ghama Dewa Baskoro.
🦋
Tujuh tahun kemudian.
Sebuah rumah mewah yang biasanya ramai itu sekarang terasa sepi karena sang biang kerok tengah meringkuk di pelukan sang Papa. Dewa menepuk punggung putra keduanya yang tengah sakit. Bocah itu terus merengek membuat Dewa dan Lentera kalang kabut. Tak biasanya bocah itu seperti ini saat sakit. Adapun sang Abang yang tengah menatap sang adik yang terus saja menyebut nama sang Papa sembari menangis.
Tujuh tahun sudah berlalu semenjak hari pernikahan Fajar dan Luna. Dewa dan Lentera kini sudah memiliki dua putra. Putra sulung mereka bernama Galen Aldy Baskoro yang sekarang berumur tujuh tahun. Dan putra kedua mereka yang tengah sakit ini bernama Gala Junior Baskoro, berusia lima tahun. Lahir dua tahun setelah Galen.
Lentera menghela napas. Dia tidak tega melihat Gala yang biasanya aktif kini harus meringkuk di pelukan sang Papa. "Kak, gimana? Udah mendingan belum?" tanyanya khawatir.
Dewa mengelus rambut Gala dengan sayang. Lelaki itu menggeleng. "Belum, Ra. Apa kita bawa ke rumah sakit aja, ya?"
Mendengar nama rumah sakit, Gala menggeleng di dekapan sang Papa. Matanya yang memerah kini kembali menitikan air mata. Gala paling anti dengan yang namanya rumah sakit dan obat. Jika Gala sedang sakit dan dibawa ke rumah sakit, bukannya sembuh sakitnya malah makin parah. Dewa dan Lentera pun sampai terheran-heran dengan hal itu.
"Ndak mau, Papa. Mau di rumah aja," lirih Gala membuat kedua orang tua itu menghela napas.
Dewa membenarkan posisi Gala yang semakin turun ke bawah. Lelaki itu mencium seluruh wajah putranya gemas. "Iya, di rumah aja, kok. Sama Papa, ya? Udah bobok gih, biar besok bisa tangkap kecebong lagi sama Abang. Abang juga tidur gih sama Bunda," suruh Dewa.
Lentera tersenyum. "Iya. Abang, tidur yuk. Besok sekolah, kan?"
Galen mengangguk. "Iya, Bunda."
Bersyukurlah Dewa dan Lentera memiliki putra yang kalem dan tenang seperti Galen. Berbeda dengan Gala yang sangat aktif dan tidak bisa diam. Pecicilan pula. Astaga, sangat duplikat sekali dengan sifat Dewa.
"T-tapi Gala mau bobok sama Papa, Bunda sama Abang," rengek Gala.
"Yaudah iya," pasrah Lentera lalu duduk di samping suaminya. Diikuti Galen yang duduk mendekati adiknya.
Walaupun Gala itu menyebalkan, tetapi jika sedang sakit seperti ini mereka juga jadi tidak tega. Gala yang biasanya teriak-teriak sekarang hanya bisa diam.
"Papa lepasin dong bajunya, Gala mau lihat kotak-kotak punya Papa," celetuk Gala tiba-tiba di tengah kesunyian.
Sedari tadi tangan Dewa rasanya pegal menepuk-nepuk punggung Gala. "Nggak mau, ah. Itu asetnya Bunda."
Dewa dan Gala adalah perpaduan yang pas. Di rumah ini yang paling terlihat kalem dan tenang adalah Lentera dan Galen. Kedua orang itu sangat terhibur dengan perdebatan Dewa dan Gala yang selalu saja memenuhi rumah.
Gala mengerucutkan bibirnya. "Buka Papa, ish. Bunda ...," rengek Gala membuat Lentera menghela napas.
"Kak," tegur Lentera membuat Dewa menyengir. Senang sekali membuat Gala merengek.
Dewa membuka kaosnya. Mata Gala berbinar melihat sang Papa kini tengah bertelanjang dada. Gala memeluk dada Dewa dengan sangat erat. Sepertinya, Gala sangat menyukai perut kotak-kotak itu. Galen hanya diam, dia berbalik dan memeluk Lentera.
KAMU SEDANG MEMBACA
KAKAK KELAS [Selesai]
Short StoryCover : Pinterest 📌 Konflik ringan. 📌 Quotes setiap part hanya untuk melengkapi. 📌 Minim amanat. 📌 Belum revisi, masih banyak kesalahan. 📌 DILARANG KERAS PLAGIAT! Kesalahan kecil yang dilakukan Lentera, membawa gadis itu pada Dewa. Cowok yang t...
![KAKAK KELAS [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/256506420-64-k571475.jpg)