35 - Memori

2.1K 209 9
                                        

Aku yang membuat dia pergi, lalu mengapa sekarang aku ingin dia kembali lagi? —Lentera Sagita

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku yang membuat dia pergi, lalu mengapa sekarang aku ingin dia kembali lagi?
—Lentera Sagita.

🦋

Jarum jam berputar begitu cepat. Warna dunia yang tadi gelap berubah menjadi terang. Tahun ajaran baru sudah kembali dimulai. Begitupun dengan SMA Merlion, setelah panasnya upacara tadi dilaksanakan, sekarang siswa dan siswi mulai berhamburan mencari keberadaan kelasnya masing-masing. Termasuk dengan Lentera yang tengah mencari namanya di majalah dinding.

Dan, ia masuk ke dalam kelas XII IPA 2. Kelas yang lumayan familiar ketika didengar. Lentera menghela napas. Ketika dirinya ingin melupakan hal-hal yang berkaitan dengan Dewa, di situ pula ia menemui kembali kepingan-kepingan masa lalunya dengan Dewa.

"Ra, lo sekelas lagi sama gue masak," bisik Senja memberitahu sembari mencondongkan tubuhnya pada Lentera.

"Terus?"

Bak pemeran utama wanita dalam drama, mungkin Lentera sekarang sedang galau dikarenakan ditinggal pemeran utama tokoh pria. Senja menggaruk tengkuknya. Dilihatnya Lentera yang berjalan lemas menuju kelas baru mereka yang akan mereka tempati satu tahun ke depan. "Lemes amat kayak balon supermarket," komentar Senja lalu ikut berlari menghampiri Lentera.

Lentera mengusap meja yang berdebu itu. Diliriknya isi laci meja tersebut. Menampakkan topi upacara dan dasi yang tampaknya memang ditinggalkan seseorang yang dahulu pernah menempati meja ini. Lentera ingin membuangnya, tetapi tulisan di belakang dasi itu membuatnya salah fokus.

Punya Dewa, kalau ada yang nemu atau pernah pakai berarti orang itu beruntung.

Oh, shit. Bahkan ketika memilih tempat duduk pun Lentera harus menemui tempat yang pernah Dewa duduki. Lentera menghela napas, mengambil topi dan dasi itu lalu memasukkannya ke dalam tasnya. Lentera terduduk malas.

"Mampus lo, Ra. Lagian kenapa lo bisa sampai lupa pake dasi, sih? Kena sama guru BK mampus lo," oceh Senja menakut-nakuti Lentera yang lupa membawa dasinya.

Upacara bendera akan dimulai beberapa menit lagi dan Lentera belum menemukan satu orang pun yang membawa dasi cadangan. Di SMA Merlion jika ada yang lupa membawa dasi atau atribut lain saat upacara, maka akan dihukum di tengah panasnya terik matahari lalu memunguti sampah barulah boleh pergi ke kelas. Dan Lentera tak mau melakukan hal itu.

"Wah, kenapa nih?" tanya Fajar yang tiba-tiba saja muncul bersama Dewa.

"Tuh, lupa bawa dasi. Takut dihukum."

Dewa yang mendengar hal itu diam. Ia melirik dasinya. "Pake punya gue, nih," usul Dewa sembari memberikan dasinya.

"Terus ... Kakak?" tanya Lentera ragu-ragu untuk menerima dasi itu.

"Tenang, gue mau bolos setelah dihukum nanti. Pake aja, jangan lupa balikin tapi," jawab Dewa.

Ragu-ragu, Lentera mengambil dasi itu lalu memakainya. Teriakan menggelegar salah satu guru BK paling killer di SMA Merlion membuat keempatnya tersentak. Lantas, Dewa mendapat jeweran karena tak mengenakan dasi dan seragamnya yang dikeluarkan.

Lentera meringis ketika Dewa sudah dibawa pergi menjauh. Namun, Dewa mengangkat jarinya membentuk simbol 'oke' pertanda bahwa lelaki itu baik-baik saja.

Lentera menggeleng sontak. Ia memukul-mukul kepalanya sendiri. Lalu meletakkan kepalanya di atas meja. Senja dari kejauhan terkekeh pelan. Geli saja rasanya melihat Lentera yang seperti orang gila.

"Woi-woi! Ketua kelas, wakil ketua kelas sama bendahara kan udah ketemu. Sekarang siapa yang mau jadi sekretarisnya?" tanya Dino tiba-tiba.

Di hari pertama sekolah ini, hanya ada kegiatan bersih-bersih dan menentukan siapa-siapa saja yang akan menjadi pengurus kelas. Dino ditunjuk untuk membuat struktur pengurus kelas dan diberikan kepada Bu Dewi, guru baru mereka yang sekarang sedang rapat.

"Lentera aja, tuh." Salah satu anak mengeluarkan usul sembari menunjuk ke arah Lentera.

Lentera mendongak.

"Ra," panggil Dewa membuat Lentera menoleh.

"Kenapa?"

"Kalau kita satu kelas lucu kali ya, Ra. Gue kan ketua kelas, nah elo sekretarisnya. Kan cocok tuh, berasa tugas gue dibantu sama istri. Hahaha ..."

"Hah?"

Lentera melongo, ia seperti dibawa ke dalam masa lalu yang pernah ia lalui dulu. Lentera menggeleng, tidak-tidak. Jangan katakan bahwa dirinya sedang gagal move on dari Dewa. Tidak-tidak, itu hal buruk yang pernah ia alami. "Tarik napas, Dewa udah pergi dari kamu Lentera. Dia udah pergi," gumam Lentera menenangkan dirinya sendiri.

"Woi, jadi mau kagak lo?"

"Iya," jawab Lentera lalu berlalu pergi.

Senja yang sedang nangkring di depan kelas menarik seragam Lentera. "Heh, kadal Arab, mau ke mana lo? Sakit nggak bohongin diri lo sendiri? Sakit nggak dia pergi tanpa pamitan sama lo? Gagal move on, emang pernah jadian?"

Sontak, Lentera membalikkan badannya. Diliriknya Senja tak minat. "Nggak ada hubungannya."

Toilet adalah tujuan Lentera. Setelah membasuh mukanya, ia terdiam sesaat. Menatap pantulan wajahnya di cermin yang disediakan. Samar-samar, suara seorang gadis membuat Lentera terdiam.

"Sekuat apapun lo lupain dia, kalau dia pernah jadi orang berarti di hidup lo, akan susah buat dilupain. Dan sejauh apapun lo lari buat cari orang baru untuk gantiin dia, enggak akan lo dapet kalau dia emang jodoh lo. Udahlah, jangan ngeyel kalau dibilangin."

Jujur, Lentera merasa tersindir. Ia sekali lagi menatap wajahnya. Jika boleh ia jujur pada dirinya sendiri, ia rindu Dewa. Ingin sekali Lentera meminta Dewa untuk ada di sampingnya lagi.

Kira-kira, dia lagi ngapain, ya? Apa, mikirin aku juga?

🦋

Tau nggak sih vibesnya lagu Mengejar Mimpi yang dinyanyiin sama Yovie and Nuno tuh kek di kebun teh gitu, dulu suka banget nonton FTV di SCTV woi ah, apalagi pas tokohnya tuh lagi marahan eh lagunya yang diputar ini, hoho 😭🔫

Bacanya sambil denger lagu ini sih fiks dapet banget feel-nya ☺️

Dah ya, bye🙂🔪

Btw, baca cerita saya judulnya God of Death, ya wkwk. Habis di publish nih, cek akun onalamoon untuk lihat!

16 Mei 2021.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.











KAKAK KELAS [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang