Episode 46
Masih berada didalam rumah dan semua keluarga Margiaduana termasuk Pangeran Chadwick duduk disofa. Citra masih diam tanpa berbicara sampai mereka semua semakin bertambah penasaran. Disaat Hendi masih menunggu jawaban dari Citra
"Astaghfirullahal'adzim Maafkan Aku semuanya tetapi ada sesuatu sehingga menjadi lupa. Tunggu sebentar nanti akan segera kembali 🙂" Adam. Langsung jalan dan pergi untuk mengambil satu barang. Hendi, Citra, Mayasari, Putri dan Ketua Jackson semakin bertambah penasaran. Dia sudah kembali keruang tamu sambil menunjukkan sebuah benda ditaruh atas meja. "Mamih, Papih, Yang Mulia Baginda Pangeran, semuanya. Tadi siang ada suara bel dari depan pintu luar terus saat Adam membuka pintu lalu keluar ternyata tidak ada orang tapi Adam melihat ada Satu buah Paket yang sudah diamsukan kedalam Kardus. Jadi, Aku mau nanya diantara Kak Citra dan Kak Putri apakah ini Paket milik kalian berdua?" Farhan. "Tidak mungkin paket ini miliknya Donita karena Farhan sudah hafal sekaligus mengetahui semua segala hal dari Donita" Angga. Wajah Citra dan Putri terlihat sangat kebingungan. "Citra, Putri. Apakah benar ini paket milik kalian berdua soalnya Adam dan Farhan bilang kalo mereka berdua juga memesan Paket dari semalam terus akan sampai selama 6 Hari karena dikirim dari luar negeri" Pangeran Chadwick. Satu sebuah Paket membuat semuanya menjadi bertambah penasaran. "Yang Mulia Baginda Pangeran, Adam, Farhan, Mas Angga. Sejujurnya Saya sama sekali belum memesan Paket barang lewat online. Jadi itu bukanlah paket milik saya" Citra. "Saya juga sama sekali belum memesan barang paket lewat online. Jadi itu bukanlah milik Saya" Putri. "Jadi kalo bukan milik kalian berdua berarti ini milik siapa?" Farhan. "(Kenapa Aku merasa ada sesuatu hal yang ganjel pada kardus ini. Saat aku pegang kardus ini sangatlah enteng dan sama sekali tidak berat)" Adam. "Sepertinya ada yang aneh sama Kardus yang satu ini. Aku merasa ada sesuatu dibalik dalam kardus. Mohon maaf Baginda Pangeran tetapi Aku sudah mencium bau aroma jahat dari dalam kardus" Ketua Jackson. Semuanya mulai mencium bau aroma jahat sekaligus merasakan hal yang aneh. "Sebaiknya kita harus segera membawa kardus ketempat hutan supaya bisa memeriksa apa isi dari dalam Kardus" Hendi. Mereka semua mulai berdiri dari sofa. Kemudian mereka semua langsung segera pergi keluar dari rumah menuju ketempat hutan sambil membawa Kardus yang telah dipegang oleh Adam.
Rumah Sakit Keperdulian Ruangan Kamar VIP. "Kenapa Mayasari dan Ketua Jackson lama sekali. Mereka berdua belum datang juga. Sebenarnya kemana mereka pergi lebih baik aku harus keluar untuk mencari mereka berdua siapa tahu mereka berdua sedang berbicara diluar. Tapi siapa yang akan menjaga Donita disini" Ratu Alena. "Assalamualaikum" Surya masuk kedalam. "Waalaikumsallam" Ratu Alena. "Salam Hormat Gusti Ratu" Surya. "Salam hormat besar dariku. Syukurlah kamu ada disini dan kebetulan sekali Surya" Ratu Alena. "Apa ada yang bisa Hamba bantu Gusti Ratu Alena?" Surya. "Mohon maaf karena saya harus pergi sebentar. Apakah kamu bisa menjaga Donita disini sebentar?" Ratu Alena. "Dengan senang hati Hamba bisa menjaga Keponakan Saya🙂" Surya. "Terimakasih Surya sudah mau membantu saya untuk menjaga Donita tapi kamu jangan khawatir Mayasari akan segera datang ketempat kamar VIP, Kalo begitu saya Pamit🙂" Ratu Alena. Kemudian Dia jalan keluar dari kamar VIP lalu langsung pergi sedangkan Surya mulai berjaga. Setelah masuk dan keluar dari lif "(Astaga Mayasari sama Ketua Jackson tidak ada dimana mana. Sebenarnya mereka berdua ada dimana. Kenapa tiba tiba ada sesuatu hal yang Aneh terhadap mereka berdua. Sebaiknya aku harus pergi kerumah Mayasari)" Ratu Alena. Dia langsung buru buru pergi keluar dari tempat rumah sakit.
Tempat istana kegelapan penuh kelelawar.
"Hamba menghadap dirimu Tuan Radja Hendrik. Ada apa Tuan Radja Hendrik memanggil Hamba" Agra. "Aku memanggil kamu ketempat istanaku karena ingin bertanya Apakah Kamu dan anak anakmu adalah keluarga yang berasal dari Bangsa Drakula?" Radja Hendrik. "Mohon maaf Tuan Radja tetapi Hamba sudah mengatakan hal yang jujur kepada Tuan bahwa Keluarga Hamba termasuk Hamba bukan berasal dari Bangsa Drakula karena Hamba bersama dengan Anak anakku berasal dari Vampir Selatan" Agra. "(Benar yang dikatakan oleh Agra. Aku sudah membuktikannya sendiri bahwa keluarga Agra dan Aku berasal dari Vampir selatan. Jadi kalo bukan Agra bersama dengan Anak anaknya tetapi Siapa Drakula yang sebenarnya) Agra, Ada satu informasi yang harus kamu tahu bahwa Bangsa Drakula sudah mulai muncul setelah beberapa ribuan tahun perabad. Sekarang Bangsa Drakula sedang menyiapkan semua rencana untuk membalaskan Dendam kepada Bangsa Vampir. Pasti Bangsa Drakula sangat licik sehingga bisa berbuat sesuatu kepada kita semua termasuk Bangsa Serigala yang telah dijadikan sebagai Kambing Hitam oleh Bangsa Drakula" Radja Hendrik. Diam diam Luna dan Bunga sudah mendengar semua pembicaraan sambil bersembunyi. Mata Radja Hendrik, Luna dan Bunga mulai melotot sampai bola mata menyala warna merah kecuali Agra bola matanya menyala warna hitam. "Mohon maaf Tuan Radja jika Hamba boleh tahu kenapa Bangsa Drakula sangat membenci dengan Bangsa Vampir padahal kita juga memiliki lambang yang sama yaitu Hewan Kelelawar" Agra. "(Karena Aku tidak sengaja membunuh salah satu Panglima dari Bangsa Drakula) Dulu Bangsa Vampir memang sangat berteman baik bahkan sampai bersahabat dengan Bangsa Drakula tetapi sayangnya Tuhan telah menghukum mereka karena sudah menghancurkan nama Baik Bangsa Vampir dan pasukan mereka tidak mau berbagi lambang dengan kita semua sebagai Bangsa Vampir sehingga terjadilah sebuah peperangan besar" Radja Hendrik. Setelah mendengar semua cerita "(Jadi itu alasannya kenapa Bangsa Drakula ingin sekali menghancurkan semua Pasukan Vampir. Karena pasukan Drakula tidak mau berbagi lambang dengan pasukan Vampir. Keterlaluan banget Venosa beraninya merusak semuanya. Ini tidak bisa dibiarkan dan tidak bisa aku ampuni)" Luna. "(Berarti Pasukan Drakula ingin membalaskan semua Dendam kepada Bangsa Vampir karena hanya ingin memperebutkan Tahta dan Harta lambangnya kembali dari tangan Radja Hendrik) Kak Luna, Apa sebaiknya kita harus memberitahu kepada Tuan Radja Hendrik dan Ayah bahwa Venosa adalah Drakula. Dia berasal dari Jelmaan Drakula bukan Vampir" Bunga berbisik sambil bicara dengan pelan. "Jangan Bunga, Kita harus tahan tidak boleh gegabah karena sangat beresiko besar jika kita harus bertindak secara cepat. Lebih baik kita simpan semua rahasia dari mereka berdua untuk menjadikan bahan senjata buat Venosa. Kita berdua akan menggunakan kesempatan ini supaya Drakula seperti Venosa tidak akan bisa berbuat macam macam terhadap Manusia,Bangsa Vampir termasuk Bangsa Serigala" Luna berbalas bicara sambil berbisik dengan pelan. Kemudian Luna dan Bunga langsung pergi dari tempat persembunyian istana Vampir dengan cara melesat sangat kencang. "Tuan Radja Hendrik, Sekarang apa yang harus kita lakukan supaya Lambang Hewan Vampir bisa berada ditangan semua Bangsa Vampir?" Agra. "Sebenarnya saya sudah meminta kepada Salah satu pengawal Vampir tetapi saya masih membutuhkan bantuan kamu untuk mengawasi semua Pengawal Sama Prajurit dengan cara merubah diri kamu menjadi Kelelawar Kecil supaya tidak ada yang bisa melihat kamu tetapi ingat jangan sampai Venosa tahu bahkan sampai melihat kamu berada ditempat istanaku karena Dia masih berfikir bahwa saya masih sudah membenci kamu. Jangan khawatir salah satu dari penjaga perbatasan Hutan Vampir akan membantu untuk mengawasinya supaya bisa memberitahu tanda kepada dirimu. Sebaiknya kamu harus pergi dari tempat istanaku karena sebentar lagi Venosa akan masuk kedalam istana" Radja Hendrik. "Baik kalo begitu Hamba mohon pamit, Selamat Malam" Agra. Langsung melesat pergi dari tempat istana Radja Hendrik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Manusia Serigala Vs Manusia Vampire
WerewolfDikisahkan dulu Agra mencintai salah satu bangsa manusia bernama Mayasari. Agra ingin segera menikah dengan Mayasari tetapi sayang Mayasari sudah dinikahkan dengan Bangsa serigala bernama Hendi. Agra mulai tidak bisa menahan emosi dan Mulai mengigit...
