Alisya berjalan keluar dari dapur menuju pintu utama rumahnya. Dua hari lalu ia sudah kembali lagi ke rumahnya, karena rumahnya sudah selesai di perbaiki.
Alisya membuka pintu dan muncullah seorang gadis mungil berkulit putih di depan pintu. Gadis itu tersenyum pada Alisya dan menyapanya. "Assalamualaikum tante Icha, kak Senja mana?" Ocean menyalami tangan Alisya.
"Waalaikumsalam, ada di kamarnya. Masuk dulu yuk?" ajak Alisya pada keponakan Kay itu. Ocean mengikuti langkah Alisya yang menuju ke arah dapur.
"Eh, kemana? Kamu duduk aja di situ tante bikinin minum dulu Ce," ucap Alisya yang sedang membuka pintu kulkas saat melihat Ocean yang sudah duduk di meja makan.
"Ah gak usah tante, kek siapa aja. Oce bisa ambil sendiri kok," ucap Ocean sembari menuangkan air putih pada gelasnya. Alisya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Ocean, kelakuannya mirip dengan Liana.
"Sama siapa ke sini?" tanya Alisya yang kembali mengaduk adonan kue bolu yang sempat ia tinggalkan.
"Sendiri, naik taksi tadi," jawab Ocean sembari beranjak mendekati Alisya.
"Tante bikin kue banyak gini buat apa?" tanya Ocean sembari mencomot satu kukis coklat dan melahapnya. "Eum... Enak bangeett. Bawa pulang pokoknya!" seru Ocean dengan mulut penuh.
"Iya-iya nanti kamu bawa pulang. Tante iseng sih, gak ada kerjaan." jawab Alisya yang mengembangkan senyumnya.
"Ya ampun, Tante Icha rajin banget kalo gabut bikin kue. Lah Mominya Oce kalo gabut gangguin papa sampe dimarahin, baru diem. Haha," ucap Oce mengingat betapa kurang kerjaannya sang ibu sehingga mengganggu ayahnya yang sedang bekerja dan menimbulkan kemarahan Aron. Ocean kembali memasukan kukis itu ke dalam mulutnya. Alisya tertawa mendengar itu.
"Tante, Oce ke atas dulu ya. Mau ke kamar Lia, ini Oce bawa ya?" Ocean membawa lari sepiring kukis dari sana. Alisya mengangguk saja melihat kelakuan Ocean. Setiap kali anak-anak teman Kay datang, mereka pasti seenaknya di sini, sudah seperti anaknya Alisya saja. Tetapi ada satu anak yang tidak pernah begitu, dia anak dari Bagas dan juga Venus--Bara. Entah kenapa hanya dia saja yang berbeda.
"Tante, jangan lupa tinggalin buat Oce mau bawa pulang!" seru Ocean dari lantai atas.
"Ssst... Jangan teriak-teriak. Om Kay lagi tidur." peringat Alisya sembari meletakan telunjuk dibibirnya. Ocean membekap mulutnya sendiri dan mengacungkan jempol pada Alisya. Alisya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak Liana ini.
"Senja~" panggil Alisya sedikit meninggikan suaranya.
"Abdullah Aqila Rajendra~" panggil Alisya lagi saat tak mendapat sahutan dari anaknya.
"Iya ma?" sahut Senja sembari menuruni anak tangga dengan cepat. "Kenapa ma?" tanya Senja saat sudah berdiri di depan Alisya.
"Mama mau tanya, soal Himawari," ucap Alisya sembari menyodorkan sepotong kue pada Senja yang langsung di lahap oleh Senja.
"Iya?"
"Mama denger, Hima katanya udah balik tadi malam. Emang bener?" tanya Alisya. Senja memelankan kunyahannya dan menatap sang Mama.
"Mama denger dari mana?" tanya Senja.
"Tadi malam, papa kamu teleponan sama om Raven kayaknya. Mama denger katanya kasih tau sama Senja kalo Hima udah balik, gitu." jawab Alisya.
"Dia balik sendiri?" tanya Senja lagi.
"Gak tau, entar aja tanya sama papa kamu kalo dia udah bangun. Ini kamu gak mau?" Alisya menawarkan kue buatannya pada si sulung. Senja menatap kue buatan ibunya dan kembali menatap sang ibu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rajendra
Teen FictionSQUEL dari YOUNG MOM. ☜☆☞ Tawa yang ia nampakkan adalah luka yang ia pendam.
