HMS; 27

19.1K 1.4K 111
                                        

Guys aku udah lima harian ini nggak sehat, cerita ini jadi nggak tamat sesuai target awal. Doain semoga sebelum lebaran udah sehat biar bisa udate secepatnya juga 🙏

Aku akan update lagi kalau aku udah sehat, terima kasih🥀







"Mari kita berpisah dan menjalani hidup masing-masing seperti yang kamu mau."

Om Abi tersenyum sama seperti senyum-senyum sebelumnya. Bukannya merasa tenang aku malah semakin merasa perasaanku tidak baik-baik saja dan jujur ... Ini sangat menyakitkan.

Saat Om Abi berdiri dan hendak pergi aku juga ikut berdiri.

"Om please jangan kayak gini, masalah ini masih bisa kita bicarain dengan baik-baik," ucapku dengan pelan, aku masih merasa sangat lemas.

Aku tak dapat berjalan lebih jauh lagi karena selang infus yang membuatku sadar kalau keadaanku sedang tak baik. Bahkan untuk tetap bertahan berdiri pun tanganku berpegangan di dinding.

"Om," panggilku dengan suara serak tapi Om Abi tak mau mendengarkanku sama sekali.

Aku paham mungkin ini adalah bentuk dari kekecewaannya padaku. Saat akan berlari untuk mengejarnya tubuhku malah jatuh dan saat itulah aku tak menyadari apapun.

𝓗𝓮𝓵𝓵𝓸, 𝓜𝓻. 𝓢𝓮𝓰𝓪𝓵

Tepat dihari ketujuh aku berada di rumah sakit dan hari ini aku sudah diperbolehkan pulang. Tujuh hari di rumah sakit benar-benar memuakkan.

Yang paling menyesakkan adalah karena ketidak hadiran Mas Abi di sisiku. Oke, aku sudah memutuskan untuk mengubah panggilannya seperti yang ia minta padaku tempo lalu.

Aku sangat antusias untuk pulang. Tidak sabar menemui Athala, Marsha dan paling penting Mas Abi. Setelah ini aku akan langsung meminta maaf, aku akan melakukan apapun asal kami tidak berpisah. Sungguh aku tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupanku tanpa Mas Abi.

Seminggu tanpa ia ada di sisiku saja sudah membuatku gusar tak bisa diam. Kursi rodaku didorong oleh Adrian, sementara Ibu berjalan di belakangku, barang-barangku semuanya dibawa oleh orang suruhannya Mas Abi.

Oh ya selama semingguan ini aku ditemani oleh Ibu. Ibu mengomel sepanjang hari karena sikap cerobohku tapi anehnya Ibu tidak bertanya lebih lanjut. Entah ia tau yang sebenarnya atau Mas Abi menyembunyikan masalah kami, Ibu juga tidak mengomel dan menyinggung prihal ciuman hingga membuatku yakin kalau Mas Abi tidak menceritakan semuanya.

Aku tidak tau bagaimana reaksi Ibu ketika mengetahui bahwa anak yang ia bangga-banggakan ini ternyata berciuman dengan laki-laki lain. Mungkin Ibu akan mengomeliku atau yang lebih parah tidak mau mengakuiku sebagai anaknya? Oh God, aku tidak mau semua itu terjadi.

Setelah sampai lobi aku celingak celinguk menanti kehadiran lelaki yang berstatus sebagai suamiku. Sampai Adrian menuntunku untuk masuk ke dalam mobil aku masih berharap kalau Mas Abi sedang menungguku di dalam mobil tapi sayang di dalam mobil pun tidak ada Mas Abi. Yang ada hanya supir, Ibu dan aku. Aku hanya berharap bahwa itu hanya ilusi semata tapi sayangnya memang kenyataan Mas Abi tidak menjemputku untuk pulang bersamanya.

"Adrian," panggilku.

Adrian tidak jadi menutup pintu mobil karena panggilanku. Meski aku tau dia tidak menyukaiku tapi tetap saja ia selalu bersikap sopan dan tak pernah menyelakaiku.

Hello, Mr. Segal [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang