"Mom, daddy menyiksa kami." kata Caroline Revano Douglas, putri tunggal dan anak bungsu dari Ailleen dan Tim yang berusia 4 tahun.
"Daddy menyiksa kalian, kenapa kamu ada disini?" tanya Ailleen.
Iline langsung tertawa, "Tepatnya Kent dan Mika yang disiksa, aku akan menjadi penyelamat mereka."
"Bagaimana caranya?"
"Membawa juice buatan mommy kesana, biar mereka berhenti dan beristirahat."
Ailleen tertawa, putri bungsunya itu sangat menyayangi kedua kakakknya yang juga sayang padanya, dengan kepandaiannya dia selalu berusaha menyelamatkan kedua kakaknya jika dilihatnya daddy mereka memberi latihan yang cukup keras.
"Ayo, kita kesana." Kata Ailleen sambil mengangkat baki yang berisi gelas-gelas juice untuk keluarganya.
"Kamu dari mana?" tanya Tim saat melihat putrinya masuk ke ruang latihan.
"Membantu mommy." Jawabnya, terus lari menghampiri kedua kakaknya yang sedang bergelantungan.
"Turun, istirahat dulu." perintahnya, membuat Ailleen yang baru masuk tersenyum dan Tim hanya menggeleng melihat tingkah putrinya.
Kent yang berusia 10 tahun dan Mika yang berusia 7 tahun langsung meloncat turun, bukan karena menuruti perintah adiknya tapi melihat kedatangan mommynya yang artinya jam istirahat mereka telah tiba.
Ailleen dan Tim saling memandang dan tersenyum melihat Iline memberikan handuk pada kedua kakaknya, senang melihat keakraban ketiga anaknya.
Ketika ketiga anaknya menghampiri mereka, Ailleen bertanya, "Surat cinta siapa yang ada diatas meja dapur?"
Mika dan Iline dengan serempak menunjuk pada Kent, dan yang ditunjuk hanya mengangkat kedua bahunya. Ailleen heran dengan sifat putra sulungnya yang semakin besar, sifatnya semakin persis daddynya, cuek dan dingin.
"Mengapa bisa ada disana?" tanya Tim.
"Aku yang meletakkannya disana." Jawab Iline dan baru melanjutkan perkataannya ketika merasa semua orang memandangnya, "Kent memintaku memberikan coklat yang dikirim bersama surat itu pada para penjaga didepan. Suratnya kutinggal disana, karena lupa. Lupa mau kukembalikan pada Kent."
"Dari siapa?" tanya Mika.
Kent hanya menggeleng, "Tidak ingat."
"Surat cinta itu surat apa?" tanya Iline.
"Surat ungkapan perasaan pada orang yang disukainya." Jawab Ailleen.
"Untuk apa pakai surat? Kenapa tidak langsung diungkapkan saja seperti daddy dan mommy." Tanyanya lagi. Iline memang sedang memasuki masa-masa suka menanyakan semua hal yang membuatnya penasaran.
"Tanyakan saja sama orang yang mengirimkannya." Jawab Kent.
"Dad?" Iline tidak puas dengan jawaban Kent dan bertanya pada daddynya.
"Daddy tidak tahu, mungkin malu. Bagaimana menurut mommy?"
"Mana mommy tahu, mommy tidak pernah menulis surat cinta."
"Mommy pernah mendapat surat cinta?" tanya Mika, yang bernama lengkap Mikhael Revano Douglas, putra kedua dari Ailleen dan Tim.
"Tentu saja, bahkan mommy mengkoleksinya dan masih tersimpan di kamar mommy yang ada dirumah grandpa Alex." jawaban Ailleen membuat Tim langsung menatap istrinya dengan tajamm, sedangkan yang diberi tatapan tidak merasa.
"Apakah ada surat daddy didalamnya?" tanya Iline.
"Tidak ada, daddymu tidak pernah menulis surat cinta untuk mommy tapi mungkin untuk wanita lainnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is The Answer
RomanceTim ditolong oleh seseorang yang tidak dikenalnya saat sedang dikeroyok oleh orang-orang bayaran suruhan lawan bisnisnya. Tim tidak mengenali siapa penolongnya dan tentu saja dia mencari penolongnya yang dia tahu terluka karena menolongnya. Dia sama...
