"Mommy mana?" tanya Kent pada adik bungsunya.
Bukannya menjawab Iline malah menyodorkan sendok yang digunakannya untuk mengaduk saos didalam panci pada kakak sulungnya, "Icip dan katakan kurang apa?"
Kent mengikuti perintah adiknya, "Sudah cukup."
Iline tersenyum, senyum yang membuat wajahnya semakin mirip dengan mommynya.
"Mengapa kamu yang memasak? Bukankah giliran mommy hari ini?"
"Apakah kamu melihat keberadaannya?" tanya Iline membuat Kent memandang sekeliling.
"Jangan bilang dapat panggilan rumah sakit, jadi dia bertukar waktu tugas denganmu?"
Iline menggeleng, "Ini mommy yang memasaknya, aku hanya mengicipinya."
"Mengapa kamu juga menyuruhku mengicipinya?"
"Iseng." Jawaban Iline membuat Kent ingin menyentil telinga adiknya, yang selalu bisa membuat orang kesal.
"Hai semua. Mana mommy?" Mika yang masuk kedapur menyapa kedua saudaranya.
Kent dan Iline saling berpandangan, lalu dengan kompaknya menggeleng.
"Iline membuat kesal sudah biasa, kenapa kamu juga ikut-ikutan?" protes Mika pada Kent.
"Iseng." Jawab Kent membuat Iline tertawa karena Kent membalas perkataannya pada Mika.
"Kalian sudah datang, mana mommy?" Tim yang baru pulang kembali menanyakan hal yang sama.
Kali ini Mika bergabung dengan Kent dan Iline, ikut menggeleng.
"Apa maksudnya?" tanya Tim.
"Sejak aku pulang sampai sekarang aku belum melihat mommy." Kata Iline.
"Dad, memangnya mommy tidak bilang dia mau pergi kemana?" kata Mika.
"Apakah kalian sudah mencarinya dikamar?" tanya Tim.
Kembali tiga anaknya menggeleng dengan kompaknya. Kenneth Revano Douglas sudah berusia 18 tahun dan dia sedang mengambil pendidikan magister dari univeritasnya sekaligus mempersiapkan diri untuk mengikuti pelatihan militer. Mikhael Revano Douglas berusia 15 tahun tetapi sama dengan kakak sulungnya, kepandaiannya membuat diusianya sekarang , dia sudah menempuh pendidikan universitas. Kedua putra Tim dan Ailleen itu mengambil sekolah dikota yang berbeda dan memutuskan tinggal diasrama, hanya sebulan sekali mereka pulang untuk berkumpul dengan orangtuanya kecuali kedua orangtuanya sedang pergi.
Anak ketiga, Caroline Revano Douglas sebagai putri bungsu yang berusia 12 tahun masih tinggal bersama orangtuanya dan sedang menyelesaikan pendidikan sekolah tingginya, dia berencana untuk mengikuti jejak mommynya untuk menjadi seorang dokter.
"Lho, kalian kenapa berkumpul didapur?" perkataan Ailleen membuat keempat orang yang ada di dapur menoleh padanya.
"Mommy dari mana?" tanya Iline.
"Toilet, kenapa?" tanya Ailleen yang melihat ketiga pria itu menatap putri bungsunya.
"Mengapa semua memandangku? Aku belum naik mencari mommy, baru juga mengicip masakkan mommy ketika Kent datang, dan selanjutnya Mika dan daddy." Bela Ilene karena tahu ketiga pria itu kesal karena merasa tertipu perkataannya.
Ailleen langsung paham jika Iline kembali membuat kesal ketiga pria posesif dalam keluarganya, "Kalian jadi mau makan malam atau tetap disini?"
"Tentu saja makan malam." jawab ketiga pria itu dengan kompak membuat Ailleen dan Iline tertawa.
Saat makan malam mereka membahas rencana keberangkatan mereka ke Manhattan untuk menghadiri peringatan ulang tahun pernikahan Alex dan Celine Walter yang diadakan bersamaan dengan pesta ulang tahun pernikahan Kevin dan Kaelyn Walter, sehingga tentu saja semua anggota keluarga harus berkumpul untuk hadir dalam dua perayaan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is The Answer
RomansaTim ditolong oleh seseorang yang tidak dikenalnya saat sedang dikeroyok oleh orang-orang bayaran suruhan lawan bisnisnya. Tim tidak mengenali siapa penolongnya dan tentu saja dia mencari penolongnya yang dia tahu terluka karena menolongnya. Dia sama...
