Kehebohan sudah terjadi dirumah Tim dan Ailleen sejak pagi, pagi itu adalah hari terakhir sekolah sebelum memasuki libur musim panas. Walau belum memasuki musim panas, seminggu ini cuaca sudah tidak bersahabat dan kehobohan itu dikarenakan saat sarapan ketiga anak mereka baru diberi kabar jika besok malam mereka akan berangkat ke New Zealand.
"Jadi selama ini daddy sudah membohongi kami?" kata Kent.
"Dad, berbohong itu dosa." Kata Iline.
"Tega sekali kalian membohongi kami." kata Mika.
"Kami tidak berbohong, kalian saja yang menyimpulkan kita akan ke pusat pelatihan." Kata Tim dengan santai.
Ketiga anaknya saling berpandangan, apa yang dikatakan dadynya memang benar. Waktu mereka bertanya akan pergi libur musim panas kemana, daddynya mengatakan mungkin ke Jerman dan merekalah yang menyimpulkan mereka akan terkurung dipusat pelatihan selama musim panas.
"Tapi mengapa daddy tidak meluruskan kesalahpaham kami?"
"Karena kalian tidak bertanya."
"Jadi kalian mau atau tidak kita pergi berlibur? Mengapa kalian meributkan kesalahpahaman yang mana kalian juga terlibat didalamnya." Kata Ailleen.
"Tentu saja pergi." Kata Kent mewakili kedua saudaranya.
"Hari ini kalian tidak ada latihan musik dan balet, mommy harus dirumah sakit sampai sore jadi pulang sekolah kalian susun koper kalian, jika ada yang kurang dan perlu dibeli kita bisa melengkapinya besok pagi." Kata Ailleen.
"Jadwal dan tujuan liburan sudah daddy kirim diemail kalian." tambah Tim.
Sejak mereka sudah bisa mengerti arti liburan maka sejak saat itu juga mereka mulai dilatih oleh Tim dan Ailleen untuk menyiapkan koper mereka sendiri. Ailleen dan Tim hanya akan memeriksanya sebelum mereka menutup koper mereka.
"Segera selesaikan sarapan kalian dan segera berangkat jika tidak ingin terlambat." Kata Ailleen yang langsung segera dituruti oleh ketiga anaknya dengan semangat.
Setelah ketiga anaknya berangkat sekolah diantar oleh supir, tinggal Tim dan Ailleen menyelesaikan sarapan mereka sambil mengobrol ringan.
"Kamu yakin Iline bisa menyusun kopernya sendiri, mengingat liburan tahun lalu dia hampir mengisi kopernya dengan semua bonekanya daripada pakaiannya."
"Kurasa Kent dan Mika akan mengawasinya, mereka berdua pasti tidak mau liburan mereka tertunda hanya karena adik kesayangan mereka tidak menyusun kopernya dengan benar. Bagaimana kabar penyelidikanmu yang diminta oleh Sky?"
"Belum selesai, tapi memang kedua orangtua wanita itu bermasalah. Apakah Sky mengikuti saranmu?"
"Kelihatannya begitu, kemarin mommy bilang dia pergi ke kantor Sky tapi belum tahu kelajutannya. Menurutmu apakah wanita itu mau menerima Sky?"
"Jangan lupa Sky sudah masuk dalam daftar pengusaha muda sukses yang masih lajang, menurutmu apakah tidak ada wanita yang mengejarnya?"
"Soal wanita yang mengejarnya aku tidak meragukannya, tapi yang wanita yang benar-benar bisa menggetarkan hatinya baru kali ini."
"Biarkan dia memperjuangkan cinta, supaya dia bisa menghargai cintanya."
"Benar juga, seperti dirimu."
"Kalau aku tentu saja tidak perlu ditanyakan atau diragukan lagi." Jawab Tim sambil mengakhiri sarapannya sambil tertawa, "Kamu berangkat sendiri atau mau kuantar?"
"Berangkat sendiri saja, aku masih mau mampir kerumah mommy sebelum ke rumah sakit."
"Mampir ke rumah mommy? Ada apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is The Answer
CintaTim ditolong oleh seseorang yang tidak dikenalnya saat sedang dikeroyok oleh orang-orang bayaran suruhan lawan bisnisnya. Tim tidak mengenali siapa penolongnya dan tentu saja dia mencari penolongnya yang dia tahu terluka karena menolongnya. Dia sama...
