B a g i a n 26 : Hangatnya Senja
Cemburu adalah perasaan cinta dan benci pada saat yang bersamaan.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, Anggi, Tama, Kelvin, Femila, Fitri, dan Melisa baru saja menyelesaikan acara latihan mereka, sudah dua jam mereka habiskan untuk mengulik lagu tersebut agar bisa menjadi sesuatu yang berbeda nantinya.
Jika kalian bertanya dimana Reza dan Aziel, kedua lelaki itu asik bersantai di ruang tamu sembari menonton salah satu film yang ada di netflix.
"Enak bener lo pada ye, nganggur doang jadi beban," ujar Fitri sewot.
"Sewot banget lo, tadi gue kesana disuruh keluar karena ganggu," balas Aziel.
"Ya karena lo ganggu anjir, coba lo ikut bantuin kita biar nggak jadi beban doang," balas Fitri lagi.
"Percuma, otak dia juga nggak akan kerja, Pit."
"Kurang ajar lo, Tam!"
Tama menanggapinya dengan kekehan kecil, ia merebahkan dirinya di atas sofa, ikut menonton bersama Aziel dan Reza.
"Nggi, sini," panggil Tama menepuk-nepuk tempat kosong yang berada di sebelahnya.
Anggi menurut lalu ikut duduk bersama teman-temannya, semuanya pun berkumpul di ruang tengah, menikmati sejuknya sore, bersamaan dengan langit yang semakin cantik dengan senja-nya.
"Jadi besok kita balik, Tam? Asli gue nyaman banget disini, boleh nggak kalau pas liburan gue kesini, tapi gratis," tanya Reza.
"Modal dikit bisa nggak?"
"Jangan dong, modalnya gue tabung buat masa depan, ya nggak Mel?"
Melisa menatapnya malas, "Lama-lama enek gue, jauh jauh!"
"Nanti lo kangen," goda Reza lagi.
"Udah gila," gumam Melisa.
"Enak banget ye, Tam? Menang banyak ya lo."
Perkataan Kelvin membuat semua orang mengalihkan pandangannya pada Tama yang tengah menyengir, "Kenapa pada nengok? Iri ya jomblo."
Anggi yang berada di rangkulan Tama hanya tertawa kecil, lalu berbisik, "Mau liat senja, temenin yuk."
"Ayo."
Tama berdiri lalu meraih tangan Anggi untuk di genggamnya, "Gue mau pacaran dulu, jangan pada ngikutin, awas aja lo semua."
"Pede bener, ngapain kita ngikutin lo berdua."
"Ayo, keburu senja-nya hilang!"
Anggi pun menarik Tama agar lelaki itu tidak melanjutkan perdebatannya, ia tidak ingin mengulur waktu lebih lama, menikmati senja bersama Tama akan menjadi momen yang ia tunggu-tunggu.
Tama membawa Anggi ke suatu tempat yang terakhir kali ia kunjungi beberapa tahun lalu, tempat ini masih berada di lingkungan vila.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Hati
Fiksi Remaja"Kalau cuma di liatin doang, nggak akan bisa jadian, Nggi." "Kodrat cewe itu nunggu, kalau lo lupa." Sudah genap satu bulan Anggi Zelina Nayara menyukai teman sekelasnya, lelaki berparas tampan nan mempesona bernama Mark Natama Altezza. Semesta mema...
