Bagian 2 : Anak Baru

1.5K 103 64
                                        

B a g i a n 2 : Anak Baru

Aku tau betul pandangan itu, sama seperti caraku melihatmu, dan caramu melihatnya.

***

Pagi ini Anggi datang dengan mood yang tidak baik akibat tamu bulanannya yang baru saja datang. Sedari tadi ia sibuk dengan dunia-nya sendiri tanpa memperhatikan sekitar, bahkan tanpa ia sadari wajahnya berubah menjadi lebih jutek dari biasanya.

"Kenapa, Nggi?"

"Biasa."

Fitri mengangguk mengerti, "Kenapa sekolah, Nggi? Memangnya perut lo lagi nggak sakit?"

"Hari ini kan ada ulangan," jawab Anggi singkat.

Fitri hanya mengangguk, walaupun sebenarnya ia khawatir dengan kondisi Anggi yang biasanya akan mengalami sakit perut berlebih ketika datang bulan.

Seorang perempuan paruh baya memasuki kelas mereka diikuti dengan gadis cantik yang sepertinya akan menjadi incaran baru para lelaki di SMA Garuda.

"Pagi anak-anak, hari ini kalian kedatangan murid baru, Femila silahkan perkenalkan diri kamu."

"Hai semuanya, namaku Femila Amanda, kalian bisa panggil aku Femila, salam kenal!"

Tama menatap Femila dengan binar mata yang tak biasa, ia tersenyum lebar, "Salam kenal, Femila! Semoga dari kenal bisa jadi sayang ya!"

"Najis! Buaya!" sahut Fitri tak suka, bagaimana tidak? Fitri tau bahwa perkataan itu pasti menyakiti hati sahabatnya.

"Sewot amat si lu, burung Pipit."

"Sudah-sudah, Femila boleh duduk di kursi belakang ya, Anggi kamu ibu pindahkan ke sebelah Femila ya," pinta Ratih yang tak lain adalah wali kelas mereka.

"Ibu pamit ke ruang guru terlebih dahulu, kalian jangan ribut. Tunggu guru bidang studi ya, yang mau berkenalan silahkan," ujarnya lalu pergi dari kelas tersebut.

Anggi merapihkan tasnya lalu pindah ke sebelah Femila tanpa menyapa-nya sama sekali. Berbeda dengan Tama yang justru berjalan menghampiri bangku Femila, dengan sangat ramah ia tersenyum menyapa Femila.

"Hai, salam kenal gue Tama,"

"Buset dah gercep banget woi!" sahut beberapa teman-temannya.

Femila tersenyum, "Salam kenal juga, aku Femila."

Anggi menghentakkan kakinya kesal, kenapa rasanya sesak sekali saat melihat sikap Tama terhadap Femila?

Di tambah lagi dengan rasa sakit di perutnya akibat tamu bulanan yang baru saja datang. Kalian bisa membayangkan betapa buruknya hari ini bagi Anggi bukan?

Emosi yang tidak stabil adalah salah satu hal yang membuat dirinya sewot setengah mati dengan Femila, padahal jika tidak dalam keadaan seperti ini dan Tama tidak mendekati gadis itu, mungkin dengan senang hati Anggi akan mengajaknya berkenalan.

"Kantin yuk!" ajak Anggi pada Fitri dan Melisa.

"Nggi? Lo lupa habis ini ada pelajaran fisika? Yakin mau bolos?" tanya Fitri membuat Anggi mengundurkan niatnya.

Rahasia HatiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang