B a g i a n 33 : Maling.
Tuhan kucinta dia, ku ingin bersamanya
ku ingin habiskan nafas ini berdua dengannya, jangan rubah takdirku, satukanlah hatiku dengan hatinya.
Jangan Rubah Takdirku - Andmesh Kamaleng.
***
"Ya nggak gitu dong sayang motongnya!"
"Pedih, Ma!"
"Cara kamu itu salah, harusnya gini aja."
"Sejak kapan motong bawang ada aturannya?"
"Tama! Jangan kayak gitu dong, Nak."
"Terus gimana?"
"Tumis dulu bawangnya baru masukin nasinya, ini kenapa malah nasinya yang duluan?"
Suara bising tersebut berasal dari kediaman Tama, rupanya sang pemilik rumah tengah sibuk membuat nasi goreng dengan bantuan sang Ibunda tentunya.
Tama tersenyum saat nasi goreng buatannya itu sudah tertata rapi di kotak bekalnya, tanpa di beri tau, kalian sudah dapat menebak siapa yang akan mendapatkan kotak bekal tersebut kan?
"Ma, Tama bawa mobil ya hari ini! Papa kan lagi di lembur."
"Iya, terserah kamu lah, Tam," ujar Ana yang sudah lelah dengan kelakuan Tama pagi ini.
Tama pun mengambil kunci mobil lalu beranjak menuju garasi rumahnya, ia pun menjalankan mobilnya menuju ke rumah Anggi terlebih dahulu.
Sesampainya disana, Tama langsung menghampiri Anggi yang sepertinya juga sedang menunggu di jemput.
"Ngapain?"
"Ayo berangkat."
"Aku bareng Kelvin."
Tama pun berjalan mendekat ke arah Anggi, tangannya ia kaitkan di bawah lutut gadis itu lalu mengangkatnya ala bridal style.
"Kamu mau ngapa- TAMAA!"
"Turunin!"
Tama memilih untuk diam dan membawa Anggi ke dalam mobilnya, setelah itu ia berlari masuk ke dalam mobil dan menguncinya agar Anggi tidak bisa kabur.
"Buka nggak?!"
"Nggak."
"Tama!"
"Aku lapor polisi ya?! Ini udah termasuk penculikan tau nggak?!"
"Lapor aja, emang kamu tega?"
Anggi mendengus kesal, ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada sembari menatap lurus ke depan, hal itu berhasil membuat Tama tersenyum gemas.
Tama meraih kotak bekal yang ia siapkan tadi pagi lalu memberikannya pada Anggi, "Makan dulu, pasti belum sarapan kan?"
"Nggak."
"Buatan aku, yakin nggak mau coba?"
"Buat aku?" tanya Anggi sembari menunjuk dirinya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Hati
Ficção Adolescente"Kalau cuma di liatin doang, nggak akan bisa jadian, Nggi." "Kodrat cewe itu nunggu, kalau lo lupa." Sudah genap satu bulan Anggi Zelina Nayara menyukai teman sekelasnya, lelaki berparas tampan nan mempesona bernama Mark Natama Altezza. Semesta mema...
