Bagian 39 : Tak Terucap

874 89 173
                                        

B a g i a n 39 : Tak Terucap.

Now my baby dancing,
But she dancing with another man.

When I Was You Man - Bruno Mars.

***

"Kalian lagi ada masalah?"

Keduanya terdiam, saling menatap tanpa jawaban.

"Kita-"

"Kita baik-baik aja kok, Mah," sanggah Anggi.

Tama menatap Anggi bingung, sedangkan gadis itu hanya menggeleng pelan seolah melarang Tama untuk memberitahukan hal yang sebenarnya terjadi pada Ana.

"Bagus deh kalau gitu, Mama kira lagi marahan."

Anggi hanya tersenyum tipis, "Ayo duduk disana, Ma."

Ana merangkul bahu Anggi dalam perjalanan menuju ke kursi yang sudah di siapkan, Tama tersenyum tipis, jika dulu ia bahagia saat melihat kedekatan Anggi dan Ana, sekarang justru timbul rasa sesak sebagai penggantinya.

"Maaf ya sayang, Mama nggak sempet beli kado buat kamu, habisnya Tama baru ngasih tau tadi."

"Gapapa, Mama dateng aja Anggi udah seneng."

"Ada siapa ini?" sapa Lana sembari tersenyum pada Ana.

"Saya Ana, ibunya Tama."

"Oalah, saya Lana, ibunya Anggi."

"Yaudah Anggi kesana dulu ya, nemuin temen-temen yang lain," pamit Anggi lalu pergi membiarkan Lana dan Ana asik berdua.

"Kenapa kamu bilang ke Mama kalau kita baik-baik aja?"

Anggi menoleh, ia terdiam sebentar sebelum menjawab, "Mama Ana pernah jadi sosok Ibu di saat aku nggak menemukan hal itu di Mamaku sendiri, dan aku takut kalau Mama Ana tau kita udah selesai—"

"Jangan pernah berpikiran kayak gitu, apapun hubungan kita, Mama nggak akan pernah berubah."

"Aku cuma takut."

"Ketakutan kamu nggak akan terjadi, Nggi."

"Iya."

"Makasih gaunnya udah di pakai," ujar Tama di tengah keheningan yang sempat melanda.

"Kamu ke rumah?"

"Iya, aku taruh kado itu tepat jam dua belas malam di depan rumah, tadinya mau manggil kamu, tapi nggak enak malem-malem dan takut ganggu tidur kamu juga."

"Padahal jam segitu Fitri sama Melisa lagi berisik ngetuk kamar aku."

"Serius? Tau gitu aku ketuk aja pintu rumahmu, biar ikut suprise-in kamu."

"Harusnya bilang dulu ke Fitri sama Melisa, gimana sih."

"Ngarep banget ya aku suprise-in?" ejek Tama.

"Apaan sih? Masih aja nyebelin," ujar Anggi kesal.

"Nggi."

Rahasia HatiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang