Bagian 36 : Perang Dingin

797 85 89
                                        

B a g i a n 36 : Perang Dingin.

Dia untukku, bukan untukmu.
Dia milikku, bukan milikmu,
Pergilah kamu, jangan kau ganggu.

Dia Milikku - Yovie Nuno.

***

"Permainan di lanjutkan! Silahkan kembali ke posisi masing-masing!"

Teriakan dari sang guru mengalihkan perhatian para murid, dan dalam hitungan detik semua sudah kembali ke posisi masing-masing, kecuali Tama yang baru saja beranjak meninggalkan lapangan.

Anggi berlari menyusul Tama, padahal pikirannya selalu menyuruh dirinya untuk berhenti peduli pada lelaki itu, namun kenyataannya hati justru menyuruh dirinya untuk melakukan hal sebaliknya.

Hal itu tak luput dari pandangan Kelvin, baiklah mungkin perang dingin ini akan berlangsung lama karena sepertinya ia harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan hati Anggi.

"Tam!"

Tama menoleh, ia mengerutkan dahinya bingung atas kehadiran Anggi yang tiba-tiba.

"Kenapa nyusul?"

"Kamu kenapa emosi?"

"Kapan aku nggak emosi kalau menyangkut sesuatu tentang kamu?"

"Ya kan nggak harus emosi juga."

"Untung Kelvin narik kamu, kalau nggak? Pasti udah kena sama lemparan bola, nanti pingsan aku yang harus bawa ke UKS, dan aku juga yang repot."

"Dih?! Aku nggak pernah minta kamu buat gendong aku kalau aku pingsan ya!"

Tama terkekeh, tangannya terangkat mengacak-acak rambut Anggi gemas.

"Bercanda, Nggi. Justru kalau kamu di bawa sama cowo lain, aku juga yang kesel."

Anggi terdiam, entahlah ia kurang menyukai pembahasan soal perasaan ketika sedang bersama Tama.

"Tadi pagi kamu berangkat sendiri? Waktu aku sampai rumahmu, kata Kak Na kamu udah berangkat duluan."

"Aku di anter Kelvin."

"Oh."

"Soal Kelvin, ada yang mau aku—"

"Tam? Nggi?"

Pembicaraan mereka tertunda saat seorang gadis tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka berdua.

"Kenapa, Fem?" tanya Anggi.

"Maaf ganggu, tapi kalian di cariin sama guru, katanya disuruh balik ke lapangan."

"Ayo balik ke lapangan, nggak ada bolos-bolos lagi ya, Tam!"

"Iya, dasar tomat bawel."

Anggi mengulum senyumnya saat mendengar panggilan manis yang sudah lama tidak terdengar di telinganya.

Kedua insan itu pun beranjak kembali ke lapangan, dengan berjalan beriringan saja mereka sudah berhasil menarik atensi para teman kelasnya.

Rahasia HatiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang