Cantika kini tengah berbaring di atas kasur ruang rawatnya. Air mata tak hentinya mengalir membanjiri wajahnya. Masih tak mempercayai apa yang barusan terjadi.
Tempat yang selama ini dia tinggali menghilang. Letak jalan menuju ke rumahnya masih sama dengan sebelumnya, tapi nama jalan dan bangunan-bangunan di sekitarnya asing dimatanya. Bahkan setelah sampai di tempat tujuan yang seharusnya menjadi rumahnya, dia tak mengenali bangunan yang seharusnya rumahnya itu. Bahkan orang yang tinggal di dalamnya tak ada yang dia kenal maupun mengenalinya.
Cantika merasa asing dengan dunia ini. Hampir semua hal tak dikenalinya. Udara Jakarta yang sejuk, tak ada macet, tak ada sungai kotor, kota yang asri bahkan tak ada orang yang mencari nafkah di lampu merah. Ini seperti Jakarta dalam negeri dongeng.
Namun dongeng ini bukanlah dongeng yang diinginkannya.
Dia tak ingin hidup di dunia yang indah ini tanpa keluarganya dan juga sahabatnya. Dia lebih suka Jakarta yang panas, penuh polusi dan macet namun ada keluarga dan sahabatnya di sana.
Dia ingin pulang. Pulang ke dunianya. Ke tempat seharusnya dia berada.
QodoQ Lu
Dokter yang menangani Cantika pun tak kalah shocknya dengan Cantika. Bagaimana tidak, keponakannya itu berteriak dan menangis histeris ketika sampai di rumah yang kata keponakannya itu adalah rumahnya. Dia bahkan mengusir para penghuni rumah tersebut dan mengaku bahwa itu adalah rumahnya.
Keponakannya itu memang biasanya suka membuat ulah. Tapi tak pernah sekalipun dia melihat keponakannya itu histeris seperti itu. Bahkan saat diajak kembali ke rumah sakit keponakannya hanya diam tak menanggapi.
Melihat keponakannya seperti itu membuat rasa simpatinya kepada sang keponakan mulai tumbuh. Biasanya dia sama sekali tak menghiraukan keponakannya itu. Tapi melihat keadaan keponakannya sekarang ini membuatnya merasa gagal menjadi om.
Dia adalah adik dari Ayah Niana, namanya Andre. Usianya dengan Ayah Niana terpaut 13 tahun, jadi dia masih relatif muda. Meskipun begitu wajahnya memang terlihat lebih tua dari umurnya akibat terlalu lelah bekerja, makanya keponakan-keponakannya lebih memilih memanggilnya dengan om dari pada kakak meskipun jarak usia mereka tak terlalu jauh.
QodoQ Lu
Keesokan harinya Andre membawa temannya untuk menemui Cantika guna memeriksa keanehan yang terjadi kepada keponakannya.
"Pagi Niana. Bagaimana semalam? Tidur nyenyak?" tanya Andre.
Cantika yang sedang merenungi nasibnya tak mengindahkan sapaan Andre. Dia sudah tak memiliki motivasi untuk melakukan apapun.
"Lebih baik lo tunggu di luar, Ndre. Biar gue yang bicara sama keponakan lo" bisik orang yang dibawa oleh Andre.
"Ok gue tunggu di luar, tapi awas lo jangan macem-macem sama keponakan gue!"
"Elah nggak percayaan banget lo sama temen sendiri"
Dengan perlahan Andre keluar ruang rawat Cantika sambil mengancam temannya itu dengan gerakan tangan.
"Halo Cantika, gimana kabarnya? Udah baikan?"
Cantika yang akhirnya dipanggil dengan namanya menoleh. Dia sudah muak dipanggil dengan Niana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Leave me alone
FantasíaNiana Putri Joyodiningrat, seorang tokoh antagonis dalam sebuah novel. Sesuai dengan perannya, Niana akan selalu berusaha membuat masalah untuk sang protagonis. Hingga akhirnya datanglah sang pangeran berkuda putih yang akan datang menyelamatkan san...
