25 September 2021.
Setelah mendengar pujian dari Niana, pikiran Dirga tak dapat fokus dengan sekitarnya. Dalam pikirannya kini tengah kembali mengulang-ulang setiap kata pujian dari Niana. Maklum, ini pertama kali orang selain ibunya memanggil dirinya tampan. Bahkan kakak dan Papanya tak pernah memujinya tampan.
Karena terlalu tenggelam dengan pikirannya, Dirga sampai tidak mengetahui jika kini tengah terjadi drama berderai air mata di sampingnya. Sebenarnya hanya satu orang saja yang berderai air mata, Gladis. Sedangkan satu dayang Niana lainnya yang Cantika baru tahu namanya semalam kini tengah menenangkan Gladis yang tengah sesenggukan. Namanya Kartika, gadis berpenampilan seperti murid teladan yang anehnya menjadi salah satu dayang Niana.
Cantika yang merasa jengah dengan drama yang mesti dia hadapi setiap hari kini hanya mengiyakan apa-apa saja perkataan Gladis agar gadis itu segera berhenti menangis. Tangisan Gladis mengundang tatapan seluruh kelas tertuju padanya. Sialnya beberapa orang dengan terang-terangan memberinya tatapan mencemooh, terutama 2 orang yang sebelumnya mencemoohnya.
The hell! Yang dilakukannya sedari tadi hanya duduk. Kenapa masalah mendatanginya meski dia tidak melakukan apapun?!
Cantika lelah.
QodoQ Lu
Kelas pertama selesai dengan Cantika yang masih merasa dongkol dan Dirga yang masih bahagia dengan pikirannya.
"Kantin yuk?" ajak Gladis semangat sembari menarik pelan tangan Niana.
"Gue masih kenyang" jawab Cantika sembari menarik pelan tangannya yang tengah digelayuti oleh Gladis.
Mendengar jawaban dari Niana membuat Gladis memasang wajah ingin menangis lagi. Melihat perubahan wajah Gladis membuat alarm tanda bahaya dalam kepala Cantika berbunyi dengan nyaring.
"Kalo sampai Lo nangis lagi, jangan harap Lo bisa deket-deket gue lagi!" ancam Cantika.
Mendengar ancaman Niana membuat Gladis dengan sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak keluar. Dia baru saja berbaikan dengan Niana, dia tidak ingin hubungannya dengan Niana renggang lagi. Cukup beberapa hari ini saja dia berjauhan dengan Niana.
"Terus Lo mau kemana pas istirahat?" tanya Gladis masih tidak menyerah.
Mendengar pertanyaan Gladis membuat Cantika paham jika gadis tersebut ingin mengikutinya kemanapun dia pergi. Seperti halnya dulu saat tubuh ini masih milik Niana.
Sayangnya Cantika tidak akan pernah membiarkan hal tersebut terjadi. Membayangkan dirinya ditempeli oleh orang lain seperti parasit membuat dirinya jengkel. Cantika memang suka menjadi parasit tapi jika ada orang lain yang ingin menjadi parasitnya maka dengan tegas Cantika akan menolak mereka. Bahkan tak segan-segan dia akan menendang mereka agar jauh darinya. Literally!
Namun untuk saat ini Cantika akan membiarkan Gladis mengikutinya. Takutnya jika Cantika menolak kehadiran Gladis sekarang maka Gladis akan semakin gencar mendekatinya. Bahkan bisa saja Gladis menjadi kebal dengan penolakannya seperti halnya Liliana. Cukup satu Liliana saja yang mengusik hidupnya, dia tidak butuh Liliana-Liliana lainnya hadir dalam hidupnya.
Siapa tahu Gladis bisa berguna untuknya.
"Gue ngikut Dirga" jawab Cantika.
Mendengar jawaban Niana membuat Gladis kecewa. Dia merasa tidak puas dengan kehadiran Dirga. Bagi Gladis, posisi Dirga seharusnya hanyalah satu dari sekian banyak orang yang menatap kagum pada kelompoknya. Satu dari gerombolan orang yang tak akan ia ingat nama maupun wajahnya.
Cantika dapat melihat jelas raut tak suka Gladis yang ditunjukkan pada Dirga. Sebenarnya Gladis memang merasa tidak perlu untuk menutupi ketidaksukaannya pada Dirga. Gladis malah berharap Dirga akan sadar akan ketidaksukaannya dan berharap dengan tahu diri Dirga akan menghilang dari kehidupan Niana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Leave me alone
FantasyNiana Putri Joyodiningrat, seorang tokoh antagonis dalam sebuah novel. Sesuai dengan perannya, Niana akan selalu berusaha membuat masalah untuk sang protagonis. Hingga akhirnya datanglah sang pangeran berkuda putih yang akan datang menyelamatkan san...
