3 Juni 2022. Masih bisa lah ya dibilang tanggal 3. Di W.I.B masih 30 menitan lagi untuk ganti ke tanggal 4.
Pagi ini Cantika berangkat sekolah lebih pagi dari biasanya karena ada hal penting yang harus dia urus. Tak tanggung-tanggung, Cantika berangkat pukul 5 pagi. Tanpa berpamitan dan hanya meninggalkan sebuah note untuk Liam dan Lucas, Cantika berangkat dengan mengendap-endap. Malas dia jika harus bertemu dengan Dion. Beberapa hari ini Dion jadi aneh.
Semalam Cantika sudah janjian dengan Anjas untuk bertemu di minimarket 24 jam yang telah mereka tentukan. Dengan ditemani secangkir kopi susu hangat untuk mengusir rasa dingin yang melanda, Cantika menghitung jumlah kendaraan yang lewat guna mengusir bosan.
“Gila lo ngajak ketemuan pagi buta kayak gini!” gerutu Anjas sembari melemparkan amplop coklat ke meja di depan Cantika. Meski Anjas menggerutu tapi dia tetap datang juga atas ajakan bertemu Niana.
”Gue udah urusin semua berkasnya. Masalah lainnya lo urus sendiri”
Cantika memeriksa isi amplop yang sebelumnya dilemparkan oleh Anjas kepadanya. Sesuai yang diharapkan dari Anjas, tak butuh waktu lama untuk mengubah kepemilikan rumah kosong di samping rumah Dirga menjadi milik Niana. Rencana Cantika untuk pindah bukan hanya wacana saja, terbukti dengan sertifikat tanah yang kini berada di tangan Cantika.
“Berguna banget lo jadi temen. Kan gue jadi seneng manfaatin lo” senang Cantika.
“Kurang ajar banget lo jadi temen. Kan gue jadi nyesel temenan sama lo”
Cantika tak menggubris perkataan Anjas dan lebih memilih untuk mengamati sertifikat tanah yang kini telah menjadi miliknya. Sebelumnya untuk membeli rumah tersebut Cantika sudah bersiap untuk menghabiskan seluruh tabungan Niana dan juga menjual seluruh barang berharga Niana. Beruntungnya karena terdapat banyak rumor seram yang beredar tentang rumah itu, harga jualnya pun turun jauh dari harga aslinya. Meski turun jauh, harganya tetap saja masih menguras isi tabungan milik Niana. Lebih dari setengah tabungan Niana hilang dalam semalam, namun semua itu tak menghalangi Cantika untuk merasa bahagia karena sebentar lagi dia tidak perlu untuk satu rumah dengan para pembawa masalah.
“Gue mau lihat rumahnya secara langsung, lo mau ikut nggak?” ajak Cantika.
“Tunggu yang lainnya datang dulu”
“Lo ngajak yang lainnya?”
“Kan lumayan bisa jadi pesuruh”
“Pinter juga lo”
“Gue emang pinter dan lo emang bego”
“Njas, kurang-kurangin deh lo bergaul sama Bima. Kebanyakan bareng Bima mulut lo jadi sama lemesnya”
Mendengar penuturan Cantika membuat Anjas bergidik ngeri.
“Amit-amit”
“Bisa nggak kalau ngejelekin orang nggak usah di hadapan orangnya langsung?” tanya Bima.
Cantika yang memang sedari awal tahu jika Bima sudah datang hanya nyengir saat ditanya dengan nada sarkas oleh Bima.
“Bagi kopinya” tanpa mendapat persetujuan dari si pemilik, Rando langsung menyeruput kopi milik Cantika.
“Jadi lo pindah?” tanya Pargata.
“Jadi lah. Udah nggak betah gue tinggal di sana. Apalagi beberapa hari ini Pak Arya sama Dionsaurus jadi aneh”
“Aneh gimana?” tanya Anjas yang baru kembali dari dalam minimarket dengan membawa 5 cup mi instan.
Langsung saja cup mi instan yang dibawa Anjas diserbu oleh teman-temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Leave me alone
FantasyNiana Putri Joyodiningrat, seorang tokoh antagonis dalam sebuah novel. Sesuai dengan perannya, Niana akan selalu berusaha membuat masalah untuk sang protagonis. Hingga akhirnya datanglah sang pangeran berkuda putih yang akan datang menyelamatkan san...
