6. Riana Versi Cowok

26.2K 3K 156
                                        

Saat ini Cantika yang tengah frustasi berada di rooftop sekolah barunya. Dia ingin melampiaskan segala amarahnya pada semesta.

Dia baru saja ingat jika sekolah ini berbasis jurusan dimana setiap siswa diharuskan memilih salah satu jurusan sebagai kegiatan pembelajaran utama dan juga dapat mengambil satu jurusan alternatif guna mengasah bakat lainnya atau bahkan jika dirasa mampu, bisa mengambil dua atau lebih jurusan alternatif.

Sialnya Niana adalah orang ambisius yang mengambil 3 jurusan sekaligus. Dan lebih sialnya lagi jurusan utamanya adalah olahraga.

Kenapa dari sekian banyak jurusan dia harus berada pada jurusan olahraga? Pelajaran yang paling dibenci oleh Cantika. Dirinya yang mampu tidak melakukan apapun selama 24/7 kecuali makan, tidur dan ke toilet.

Sekarang dia merasa benar-benar ingin merutuki orang yang menabraknya. Kalau santet nggak dosa, udah dia santet orang yang menabraknya dulu.

'Eh, kan bisa pindah sekolah' semangat Cantika 'Tapi pindah sekolah harus ada ijin dari wali'

Dengan berat hati Cantika mengeluarkan ponsel Niana yang kini menjadi hak miliknya. Beruntung ponsel Niana sudah dipasangkan finger print miliknya sehingga dia tidak perlu bingung menggunakan ponsel Niana yang banyak kuncinya dari lock screen hingga folder-folder pribadi.

Mencari kontak seseorang disana yang sekiranya bisa dia mintai tolong dan segera menghubungi nomer tersebut. Tak selang berapa lama panggilan tersebut diangkat oleh sang penerima.

"Ada apa Niana? Kamu nggak bikin ulah di sekolah kan? Kalau sampai kamu nyakitin adik kamu, awas aja kamu sampai rumah"

Belum juga Cantika bicara, orang di seberang sana sudah terlebih dahulu menuduhnya. Cantika jadi pesimis jika orang ini bisa dimintai tolong. Sebaiknya dirinya segera memblokir nomer ini setelah urusannya selesai. Tidak tenang hatinya jika menyimpan nomer ini.

"Selamat pagi Tuan Arya terhormat yang baik hati, rajin menabung dan tidak sombong" ucap Cantika meniru suara yang dulu sering di dengarnya saat berada di stasiun maupun di bandara.

Cantika ingat dulu Riana pernah mengingatkannya untuk menyanjung orang yang ingin dia mintai tolong, agar lebih lancar katanya.

Namun bukannya tersanjung, Ayah Niana itu malah semakin curiga dengan anaknya.

"Sekiranya diri ini mengganggu waktu Tuan Arya, saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Namun ijinkan lah diri ini untuk menyampaikan tujuan dan maksud diri ini menelepon Tuan Arya"

"Kamu kenapa sih? Kalau kamu bertingkah kayak gini gara-gara bikin masalah di sekolah, awas aja kamu ya!"

Pengeeeen bangeeeet Cantika getok kepala tuh orang satu. Curiga Mulu kerjaannya. Tapi demi tujuannya dia harus sabar. Lagipula Cantika itu anak yang sopan, tidak mungkin dia memukul kepala orang tua.

"Maksud dan tujuan diri ini menelepon Paduka Yang Mulia Arya adalah karena diri ini memohon untuk dipindahkan tempat menimba ilmu"

"Maksud kamu pindah sekolah?"

"Seperti yang diharapkan dari Paduka Yang Mulia Arya, Paduka langsung paham akan maksud diri ini"

"Nggak! Sekolah itu adalah sekolah terbaik di negeri ini! Seharusnya kamu itu--"

"Jadi nggak bisa ini?" potong Cantika dengan ketus.

"Awas aja ya kalo kam--"

Karena kesal Cantika langsung mematikan sambungan telepon tanpa menunggu orang di seberang sana menyelesaikan ucapannya. Tak lupa dirinya langsung memblok nomer tersebut seperti rencananya tadi.

Leave me aloneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang