50. Dirga Marah

1.1K 124 28
                                        

31 DESEMBER 2025

“Ma, adek kok belum pulang jam segini?” Intan berulang kali memeriksa jendela, berharap menemukan keberadaan sang adik “Bukannya hari ini dia nggak ada kegiatan di sekolah ya?”

“Ngapain sih kamu nunggu mahkluk nggak jelas itu? Biarin dia di luar sana berkeliaran bebas daripada di rumah bikin empet”

“Pa, nggak baik ngomong gitu” sang istri mengingatkan sang suami.

“Lagian ngapain juga masih dipelihara? Bisanya cuma bikin masalah. Lepas liar ajalah!”

“Hush Pa! Kalo ngomong kok suka bener”

Mereka terkikik dengan obrolan mereka sendiri. Intan yang masih berada di depan jendela menyadari kehadiran Dirga yang tengah berlari menuju rumah.

“MA, PA!! DIRGA NYULIK ANAK ORANG!!!” teriak Intan setelah menyadari jika Dirga mengendong anak-anak.

Dengam panik kedua orang tua Dirga bergegas menuju jendela untuk melihat dengan mata kepala mereka sendiri tindakan kriminal apa lagi yang anak mereka lakukan.

Dengan panik—namun berusaha tetap tenang—Dirga menggendong ketiga bersaudara ke rumahnya. Tak dia turunkan kecepatan bahkan setelah mereka sampai di depan rumahnya. Ditendangnya pintu gerbang—yang menghubungkan jalan umum dengan halaman rumah—hingga lepas. Menyebabkan suara berdebum keras. Tak berhenti di sana, Dirga juga menendang pintu rumahnya hingga pintu terlepas, suara yang dihasilkan tak sekeras sebelumnya namun dapat membuat siapapun yang mendengarnya kaget.

“MAAAA!!!!!” Teriak Dirga setelah memasuki rumah, tidak menyadari keberadaan keluarganya yang berdiri kaku tak jauh darinya.

Keluarga Dirga terlalu shock untuk dapat merespon. Dan mereka memiliki sebuah pemahaman yang sama, kali ini Dirga benar-benar melakukan tindakan kriminal yang mampu membuatnya di penjara.

Dengan langkah lebar Dirga menghampiri mereka “Titip!” Dirga menyodorkan Lucas pada mamanya.

Tak lupa Dirga juga menurunkan Liam dari gendongannya “Liam jaga Lucas dulu ya?” pinta Dirga pada Liam.

Dengan mata berkaca-kaca menahan air mata Liam mengangguk.

Tidak Dirga pedulikan keluarganya yang ingin menghujaninya dengan ribuan pertanyaan, dirinya langsung melesat menuju kamarnya. Membawa Niana yang sudah tak sadarkan diri dalam gendongan.

Niana dibaringkan dengan perlahan dia atas kasur. Dengan sigap Dirga mengeluarkan kotak obat yang selalu disembunyikannya di kamar. Mencari peralatan apa saja yang dibutuhkan, melakukan sterilisasi dan pembiusan, dan menutup luka Niana dengan jahitan.

Darimana Dirga mendapatkan obat bius? Kenapa dia punya peralatan untuk menjahit luka? Dan bagaimana bisa Dirga menjahit luka? Jawabannya cuma satu : Pak Bambang! Apakah yang memberikan obat bius Pak Bambang? Bukan! Apakah Pak Bambang yang memberikan suntikan , benang dan alat jahit untuk Dirga? Bukan juga! Apakah Pak Bambang yang mengajari Dirga menjahit? Tentu bukan Pak Bambang bukanlah dokter!

Lantas apa konstribusi Pak Bambang? Pak Bambang adalah sumber motivasi Dirga. Dia yang selalu ingin menjahili Pak Bambang, terus mencari cara supaya kejahilannya tetap kreatif. Maka dimulailah perjuangan Dirga untuk melatih dirinya. Belajar segala hal dari hal kecil seperti memasak hingga hal besar seperti melakukan operasi pada manusia yang masih hidup.

Darimana Dirga belajar? Dari banyak orang. Namun satu hal yang pasti, tiap Dirga ingin belajar hal baru, dia akan pergi ke sudut kota tempat para pelaku kriminal berkumpul, Dapio. Namanya cukup terknal di Dapio. Dirga bahkan mendapat julukan sebagai sang pemburu. Bukan karena dia memburu para kriminal tapi karena Dirga memburu bakat mereka. Tiap Dirga ingin belajar keahlian baru, dia akan mencari orang paling ahli yang dapat ditemuinya di Dapio. Dirga akan meminta, memohon dan memelas agar mereka mau mengajarinya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 31, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Leave me aloneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang