'Hilangin gue dari muka bumi ini!' pekik dalam hati siswa yang Cantika terus ikuti.
Karena tidak tahu bagaimana sistem kantin bekerja, Cantika dengan seenaknya terus mengikuti siswa yang tadi mengantri didepannya.
Dimulai dari saat memesan makanan, menukar kupon yang diambil dengan makanan di stan makanan, hingga memilih tempat duduk. Bahkan tanpa bertanya terlebih dahulu kepada siswa yang terus diikutinya, Cantika duduk tepat di sebelahnya. Andai Cantika tahu bahwa kehadirannya membuat siswa tersebut kehilangan nafsu makan karena terlalu gelisah.
Sebenarnya siswa tadi ingin duduk bersama teman-temannya namun teman-temannya melarangnya duduk bersama mereka setelah melihat Niana mengikutinya. Tentu mereka tidak melarangnya secara terang-terangan, mana berani mereka menolak Niana secara langsung. Mereka hanya memberikan gestur-gestur aneh guna menolak temannya itu menghampiri mereka.
Dan disinilah dia, duduk satu meja dengan perempuan yang paling ditakuti di sekolah ini. Niana Putri Joyodiningrat. Salah satu pewaris sah dari dua keluarga besar sekaligus. Keluarga Purwaseso yang banyak menduduki jabatan tinggi di dunia politik dan keluarga Joyodiningrat yang berfokus pada bisnis perhotelan.
Mana ada yang berani macam-macam dengan Niana. Kalau pun ada pastinya mereka memiliki keluarga yang setara maupun lebih berpengaruh ketimbang keluarga Niana. Orang macam dirinya yang dapat ditemukan dimana-mana di sekolah ini mana mungkin berani.
Bisa bahaya bisnis kecil orang tuanya kalau dia menyinggung Niana. Iya kalau hanya bisnisnya yang hilang, nah kalau sekalian orangnya.
"Lo takut sama gue?" tanya Cantika tiba-tiba yang membuat siswa di sebelahnya kaget.
"Ap...apa?" lirihnya.
Dengan senyum jahilnya Cantika mengulangi kalimatnya "Lo takut sama gue?"
Siswa tersebut kini tengah bimbang antara mau jujur atau berbohong. Takutnya kalau nanti jujur dirinya akan menyinggung perasaan Niana, dan dirinya sendiri yang akan terkena masalah. Lebih baik cari aman.
"Eng..nggak. Enggak kok!" jawab siswa tersebut yang sangat jelas terkesan dipaksakan.
Cantika yang melihat ekspresi orang di depannya, tak bisa untuk menahan senyumnya. Terkesan imut. Sekarang Cantika mengerti perasaan Riana yang suka menjahili orang yang menyukainya. Perasaan ini cukup menyenangkan.
"Lo kelas berapa?" lanjut Cantika tak hentinya tersenyum.
Pertanyaan Cantika membuat siswa tersebut kaget. Dan pikiran buruk tak hentinya menghantuinya.
"Ki..kita sekelas" jawabnya terbata.
"Kelas yang mana?"
Seingat Cantika sistem kelas di sekolah ini sama dengan sistem perkuliahan. Kita memilih jurusan kemudian memilih kelas mana yang akan dimasuki.
"Ke.. kebetulan kita sekelas di semua mata pelajaran" jawab siswa tersebut gelisah. Dia punya firasat buruk.
"Semua? Like all the schedule?"
"I..iya"
"Lo ambil jurusan olahraga sebagai jurusan utama dan literatur sama bisnis sebagai jurusan alternatif juga?"
Siswa tersebut hanya mengangguk-angguk.
Cantika senang.
"Mulai sekarang, gue jadi parasit Lo!" putus Cantika sepihak.
"Maksudnya?"
"Selama di sekolah gue bakalan ikutin Lo kemanapun kecuali toilet"
Ultimatum tersebut bagaikan vonis mati bagi siswa tersebut. Kehidupan sekolahnya kini berakhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Leave me alone
FantasyNiana Putri Joyodiningrat, seorang tokoh antagonis dalam sebuah novel. Sesuai dengan perannya, Niana akan selalu berusaha membuat masalah untuk sang protagonis. Hingga akhirnya datanglah sang pangeran berkuda putih yang akan datang menyelamatkan san...
