20. Sang Petarung

18.4K 2.5K 98
                                        

3 Oktober 2021

Pagi ini bukanlah pagi yang baik bagi Satria. Sejak semalam dirinya dikuasai oleh amarah yang hampir tidak bisa dibendung. Semua bermula semenjak Liliana menelponnya dan mengatakan tentang hal buruk yang telah dilakukan Niana pada Lilinya. Satria bersumpah pada dirinya sendiri jika dia akan membuat perhitungan pada Niana dengan tangannya sendiri.

Beruntunglah Satria karena pagi ini dia memiliki kelas yang sama dengan Niana. Jadi tidak perlu baginya untuk mengeluarkan tenaga lebih guna mencari sang target. Langsung saja dilangkahkan kakinya menuju ke kelas komunikasi bisnis yang menjadi mata pelajaran dari jurusan utama yang dia ambil.

Dari kejauhan dilihatnya Niana dari arah belakang. Jangan heran jika Satria mudah mengenali Niana dari kejauhan, dirinya sudah terlatih untuk mengenali Niana dari sudut manapun dan dari jarak seberapapun jauhnya. Maklumlah, Satria harus selalu waspada akan kehadiran Niana yang menurutnya tidak beda jauh dengan kehadiran bencana alam.

Dengan sedikit sentakan, Satria menarik rambut Niana dari belakang. Satria memang sengaja tidak menarik rambut Niana secara kuat, bagaimanapun juga Niana masihlah seorang perempuan. Setidaknya Satria sedikit lebih gentleman daripada Dion. Sedikit ya, pake banget.

"Semalam Lili Lo apain hah?!" desis Satria tajam.

Namun rasa marah yang menguasai Satria seketika hilang digantikan rasa terkejut ketika melihat wajah penuh lebam Niana.

Sedangkan Niana yang sejak kemarin malam memang dalam suasana hati yang tidak baik ditambah pula tadi pagi Pak Arya memaksanya untuk sarapan bersama-sama termasuk dengan Dion dan juga Liliana, membuat suasana hati Cantika berada pada titik terendah. Sedikit saja provokasi bisa membuat Cantika hilang kendali.

Seperti halnya saat ini dimana Satria yang menjambak rambutnya mengingatkannya akan kejadian semalam. Langsung saja insting baku hantam Cantika terbangun. Secara refleks sikut Cantika mengarah tepat pada wajah Satria.

DUAK!!!

Suara nyaring terdengar dari benturan antara siku Cantika dengan wajah Satria.

Semua orang secara reflek menoleh ke sumber suara. Tiba-tiba saja yang mereka lihat hanya Satria yang tengah terbaring di lantai dengan hidung yang mengeluarkan darah dan juga Niana yang tengah ter-engah marah menatap Satria.

'Ada apa gerangan?' pikir semua orang yang tak tahu duduk permasalahannya, termasuk Dirga yang kini menatap Niana terkejut.

Seakan pagi tadi saat melihat wajah babak belur Cantika tidak cukup untuk membuat mereka terkejut, kini mereka disuguhkan drama pertikaian antara dua insan yang sering menjadi bahan gosip di sekolah.

"Ngapain Lo narik-narik rambut gue hah?!" marah Cantika.

Otak Satria bekerja dengan lambat akibat shock yang diterima, dia masih belum sadar akan situasi yang dialaminya sekarang. Dia bertanya-tanya apa benar baru saja Niana memukulnya.

"Nggak bisa Lo bica--AAAAKKKHHHH"

Belum selesai Cantika berbicara, dirasakannya rambutnya tertarik kembali. Kali ini tarikannya sangat keras dan menyakitkan, bahkan lebih dari jambakan yang Dion berikan. Dan yang menariknya adalah salah satu dari dua orang yang dulu sempat mengejeknya. Dari data yang diberikan oleh Anjas, Cantika ketahui nama orang tersebut adalah Dewa. Fans Liliana garis keras, yang wajar saja jika menjadi haters nomer 1 Niana.

'Pantesan sakit' batin Cantika.

"LO APAIN LILI SEMALAM HAH?!" bentak Dewa dengan sekuat tenaga.

Leave me aloneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang