12. Cheers Babe

20.9K 2.9K 34
                                        

16 Juli 2021 Dikasih tanggal terbit biar seru. Lebih ke arah biar nggak lupa sih.

Ini kesempatan bagi Cantika untuk mengetahui informasi lebih tentang Niana. Bahkan bukan hanya Niana saja, dia bisa mengetahui informasi tentang Liliana dan juga Satria.

"kalau gue? Kalian tau apa soal gue?"

Anjas dan Rando yang tidak siap mendengar pertanyaan tersebut berjenggit. Selain informasi tentang prestasi Niana, tidak ada hal baik lainnya mengenai Niana. Hanya ada masalah, masalah dan masalah yang mengelilingi Niana.

"Ceritain aja semuanya yang kalian tahu. Sedetail-detailnya nggak perlu ditutup-tutupi. Bahkan jika kalian pikir itu bukan informasi penting, tetep sampaikan" ucap Pargata meyakinkan Anjas dan Rando.

Mendengar perkataan Pargata membuat Anjas dan Rando tak ragu lagi.

"Entar gue kirim ke email lo" ucap Anjas.

"Kirim? Kenapa nggak langsung aja?"

"Informasi lo tuh nggak dikit. Mulut gue bisa lemes kayak Bima kalo harus ngejabarin semuanya secara langsung"

"Sebanyak itu?"

"Sebenarnya kalo cuma lo doang nggak begitu banyak, paling cuma butuh 2 jam buat ngejabarin. Tapi Pargata bilang semuanya, jadi informasi orang-orang terdekat lo juga gue kasih" jelas Anjas.

Memang itu yang Cantika butuhkan. Informasi orang-orang terdekat Niana beserta hubungan mereka. Dia tidak ingin berada di situasi canggung saat nanti bertemu dengan orang yang dikenal Niana.

"Gue sudah ngasih informasi yang gue tahu ke Anjas, jadi file yang dikirim Anjas nanti termasuk informasi dari gue" terang Rando.

"Thanks" ucap Cantika penuh syukur.

Dengan adanya informasi, sekarang dia bisa menyusun rencana untuk kedepannya. Dia ingin hidup tenang tanpa gangguan, jadi satu-persatu dia akan menghilangkan permasalahan Niana.

"Udah gue kirim, coba cek email lo" ucap Anjas sembari menaruh kembali ponselnya ke meja.

Dengan segera Cantika mengecek email milik Niana. Cantika bersyukur Niana menyimpan segala data pribadinya di note yang ada di ponselnya, sehingga dia tidak perlu pusing mencari alamat email dan password untuk membuka email Niana.

"125 halaman?" ucap Cantika setelah membuka file dalam bentuk pdf yang dikirim oleh Anjas.

"Termasuk rumor yang beredar di sekitar lo" ucap Rando bangga.

"Oh wow" takjub Cantika "Thanks sekali lagi" ucap Cantika penuh syukur.

"Kalo lo beneran mau berterimakasih, nih makan kue ciptaan gue" jawab Rando sembari memberikan sepotong 'kue pencabut nyawa' kepada Cantika.

Dengan senang hati Cantika menerima kue yang disodorkan Rando. Meski namanya aneh namun penampilan 'kue pencabut nyawa' terlihat sangat menarik, entah rasanya. Cantika pikir hal terburuk yang terjadi setelah memakan kue tersebut palingan hanya sakit perut. Tidak mungkin kan Rando benar-benar membuat kue yang bisa mencabut nyawa seseorang? Kan? Nah Cantika kini ragu.

"Ini nggak beneran bikin orang kecabut nyawanya kan?" tanya Cantika.

"Selama lo nggak punya diabetes, nyawa lo nggak bekalan beneran kecabut" ucap Bima mewakili Rando menjawab.

Seperti biasa, ucapan Bima menyulut pertikaian kembali. Rando yang tak terima perkataan Bima tentang kue ciptaannya, segera memasukkan beberapa suap 'kue pencabut nyawa' ke mulut Bima dengan paksa.

Leave me aloneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang