40. Penyamaran Sempurna

8.8K 711 84
                                        

27 Oktober 2023 Maaf ya Authornya sibuk jadi nggak bisa balesin komen (halah alesan, emang  authornya aja yang sombong hahahaha)

Sudah lebih dari sebulan Liliana menunggu. Namun kesabarannya dalam menunggu tak membuahkan hasil yang diharapkan. Selama sebulan lebih dia menahan perasaan tak nyaman melihat bagaimana Dion dan Papanya berusaha memberikan perhatian lebih pada Niana. Keadaan tak kunjung membaik, malah semakin memburuk sebab Satria juga mulai ikut memberikan perhatian pada Niana.

Awalnya Liliana memang mendukung tapi seiring berjalannya waktu Liliana mulai tak menyukai perubahan yang terjadi, apalagi setelah Liliana merasakan kurangnya perhatian dari ketiga orang yang sebelumnya selalu membanjirnya dengan perhatian.

Segalanya mulai menjadi tak semenyenangkan dulu. Kakak dan papanya tak seperhatian dulu. Satria tak selalu ada di sampingnya seperti dulu. Teman-teman Satria yang dulu selalu kompak kini mulai terprcah-belah. Zidan bahkan tidak mau repot-repot meski hanya sekedar melirik saat mereka tak sengaja berpapasan. Untungnya Hanan masih mau berkumpul dengan mereka meski terasa ada sekat yang membatasi.

Setiap malam Liliana bertanya pada dirinya sendiri, sebenarnya apa yang salah. Kenapa satu-persatu segalanya mulai berubah menjadi lebih buruk? Memikirkan jawabannya dari hipotesis a sampai hipotesis z. Hingga akhirnya dia mendapatkan jawaban yang diinginkan.

Semua kekacauan ini terjadi karena Niana. Semua masalah Liliana biasanya memang bersumber dari Niana, tapi tak pernah berdampak apapun. Membuat Liliana berpikir jika Niana bukanlah masalah yang perlu diperhatikan.

Dulu saat Liliana memergoki Satria dan Niana di ujung belakang sekolah, dia tahu jika Satria mulai mengubah pandangannya terhadap Niana karena merasa bersalah. Maka dari itu Liliana berusaha sekeras mungkin menghilangkan perasaan bersalah Satria dengan mengatakan jika semua hal  buruk yang terjadi pada dasarnya karena sifat keras kepala Niana. Kesalahan tidak berada pada Satria tapi berada di Niana. Dan berhasil seperti sebelum-sebelumnya. Karena pada kenyataannya memang begitu. Nianalah yang bermasalah.

Liliana harus berusaha meyakinkan mereka jika mereka sama sekali tidak bersalah. Menyadarkan mereka jika Niana adalah masalah itu sendiri. Liliana harus meyakinkan mereka agar semuanya kembali seperti semula. Agar semua orang kembali bahagia seperti sebelumnya.

“Kak Dion, ada waktu nggak?” tanpa mengetuk Liliana membuka pintu ruang kerja Dion.

“Ada apa Lili?” Dion menjawab tanpa mengalihkan perhatian dari berkas-berkas di tangannya.

Melihat hal tersebut membuat Liliana cemberut. Biasanya ketika dia datang Dion akan segera meninggalkan apapun yang dilakukannya hanya untuk menyapa Liliana. Tidak mengabaikannya seperti ini.

“Kak Dion sibuk?” tanya Liliana melihat Dion yang tak mengindahkan keberadaannya.

“Kakak hanya perlu menyusun semua berkas laporan ini sebelum diserahkan ke papa”

“Memang harus hari ini juga? Besok kan minggu”

Sebenarnya Dion berusaha sesegera mungkin menyelesaikan pekerjaannya agar besok bisa memiliki waktu luang untuk mengajak Niana, Liam dan Lucas jalan-jalan. Sengaja dia tidak memberi tahu Liliana karena jika Liliana tahu dia pasti ingin ikut pergi bersama, yang sayangnya ketiga adiknya yang lain pasti akan menolak ajakan Dion jika tahu Liliana ikut.

Ada perasaan bersalah di hati Dion karena merasa menyingkirkan Liliana, tapi untuk kali ini dia akan memprioritaskan ketiga adiknya yang tak pernah mendapatkan perhatiannya.

“Nanggung. Lagian bentar lagi juga selesai” bohong Dion.

“Kak Dion inget nggak kapan terakhir kali kita jalan-jalan bareng?”

Leave me aloneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang