5. Sekolah macam apa ini?

27.8K 3K 92
                                        

Hari ini hari pertama Cantika bersekolah di sekolah Niana. Jujur saja Cantika merasa sedikit gamang untuk pergi ke sekolah yang menjadi pusat segala permasalahan dalam novel ini. Belum lagi kenyataan bahwa kini dirinya yang seharusnya masih kelas 1 telah berada di kelas 2 SMA. Cantika pusing jika memikirkan dia harus banyak belajar guna mengejar ketertinggalannya.

Entah ini karena berada di dunia novel atau bagaimana, seragam sekolahnya benar-benar imut dan... bagaimana menjabarkannya ya, flashy? Terlihat seperti bukan seragam. Atasan putih dengan banyak hiasan-hiasan berupa bordiran dan bros.

"Eh berlian?" kaget Cantika ketika mengetahui apa yang dipasang Niana pada seragam sekolahnya.

'benar-benar orang kaya' pikir Cantika.

Sedangkan bawahannya terdapat 2 pilihan untuk siswi, rok dan juga celana. Rok merah-hitam lucu sebatas lutut dengan hiasan rantai yang entah terbuat dari apa. Cantika tidak mau mencari tahu karena takut terkena shock lagi. Shock itu melelahkan. Dan terdapat optional legging hitam dengan logo sekolah sebagai pelengkap. What the...

Sedangkan celananya berwarna sama dengan rok namun memiliki ikat pinggang dengan logo sekolah yang juga dihias dengan cantik oleh Niana. Yup lebih baik tidak usah mencari tahu terbuat dari apa hiasan itu.

Karena Cantika terbiasa sekolah di sekolah biasa maka dia memutuskan untuk memakai rok dengan legging. Setidaknya dia akan merasa benar-benar pergi ke sekolah.

Tak sampai disitu, bahkan sepatu dan tas pun terlihat sangat flashy. Ah kepala Cantika pusing memikirkannya.

Bahkan tadi pagi sempat ada beberapa pelayan yang mendatangi kamarnya untuk membantunya bersiap-siap. Tentu hal itu ditolaknya mentah-mentah. Seberapa pun pemalasnya dia, dia tidak akan membiarkan orang asing menyentuh tubuhnya. Sebenarnya Cantika sempat tergoda, tapi hati nuraninya mengatakan tidak. Dia takut jika hal utama seperti ini saja dibantu, rasa malasnya akan semakin menjadi-jadi.

"Kenapa kakak sudah siap?" tanya Lucas dengan mata setengah terpejam.

Liam yang tertidur di samping Lucas juga membuka matanya memperhatikan kakaknya.

"Sekolah" jawab Cantika.

"Ini masih terlalu pagi kak" jawab Liam.

'Pagi?' tanya Cantika dalam hati ketika melihat jam tangannya. Ouh! Jangan tanyakan jam tangannya terbuat dari apa.

'Sekarang sudah jam setengah tujuh, bukannya ini waktu normal untuk berangkat sekolah?' bingung Cantika dalam benaknya.

"Kakak ada turnamen mungkin. Kan tiap ada turnamen kakak selalu berangkat pagi buat latihan" tebak Lucas.

Turnamen? Turnamen apa? Cantika kebingungan. Dalam novel tidak disebutkan apapun soal Niana yang ikut turnamen. Apa-apaan! Dirinya yang tak pernah sekalipun ikut lomba bahkan saat 17an pun kini harus ikut turnamen?

"Kalau nggak gitu pasti karena ngejar-ngejar orang itu" tambah Liam dengan nada tidak suka.

Nah kalau ini diceritakan di dalam novel. Dan hal tersebut takkan terjadi lagi selama dia berada dalam tubuh ini.

Seharusnya Cantika sadar kalau Niana adalah gadis berprestasi setelah melihat semua koleksi piala, piagam dan medali yang terjejer rapi di kamarnya. Sialnya di novel hanya menyebutkan keburukan Niana saja.

"Masuk jam berapa?" tanya Cantika.

"Heh?!" bingung Liam dan Lucas.

"Masuk jam berapa?" tanya Cantika ulang.

"Bukannya jam masuk masih jam 9 ya? Belum berubah kan bang?"

"Seingat Abang nggak ada perubahan deh. Dari dulu jam masuk sekolah ya dimulai jam 9. Kalau Abang sama Adek pulang jam 3, terus kalo kakak pulang jam 7" jelas Liam.

Leave me aloneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang