8 Desember 2021.
Adimas disebut sebagai salah satu psikolog terbaik bukan tanpa alasan. Dirinya yang berdedikasi dengan profesinya tak segan untuk meluangkan waktu demi pasien yang ditanganinya. Meski sulit, Adimas tidak akan menyerah, karena kerja kerasnya itulah dia kini berada di posisinya yang sekarang.
Salah satu kerja keras yang dilakukannya adalah seperti sekarang ini. Dengan sabar dia mengikuti pasien eksklusif terbarunya dari pagi hingga sekarang ini demi untuk mendapatkan informasi. Sekecil apapun informasinya, akan menjadi sesuatu yang berguna di kemudian hari.
Sebenarnya pengintaiannya sudah dimulai sejak 3 hari yang lalu, namun dia baru mendapat informasi berguna sekarang ini. Ketika Adimas mengintai Niana di kafe yang sering dikunjungi Niana seperti biasanya, tiba-tiba saja Niana pergi dengan wajah yang tidak baik-baik saja. Langsung saja Adimas beraksi kembali dengan mengikuti Niana. Menaiki bis demi bis tanpa arah dan tujuan yang jelas. Hingga berakhirlah mereka di sebuah desa yang masih asri jauh dari kota.
Kini Adimas bersembunyi di semak-semak untuk mengamati Niana yang sedang duduk di sebuah bangku yang ada di bawah pohon. Melamun sembari menatap matahari yang mulai tenggelam.
Tak selang berapa lama Niana duduk, tiba-tiba ada seseorang yang mendekati Niana. Adimas menebak orang tersebut adalah teman dari Niana jika dilihat dari seragam yang dipakainya. Teman dari Niana tersebut mengulurkan sebungkus cokelat yang kemudian diterima dengan disertai tawa oleh Niana.
QodoQ Lu
Sejak 3 hari yang lalu pikiran Dirga yang awalnya tidak tenang menjadi lebih tidak bisa tenang lantaran tanpa sengaja dia melihat seorang mencurigakan yang membuntuti Niana. Pikiran buruk terus menghampiri, membayangkan jika penguntit tersebut melakukan hal buruk pada Niana.
Akhirnya daripada Dirga terus-terusan merasa gelisah, dia memutuskan untuk membuntuti penguntit Niana. Jadilah 3 hari ini dia secara tidak langsung mengikuti Niana.
Dan di sinilah dia sekarang berada. Di depan Niana sembari mengulurkan sebatang dark cokelat yang hampir selalu dibawanya kemanapun.
“Kata coach cokelat memiliki kandungan Theobramine dan Phenyle yang mempunyai peran penting dalam mengatur perasaan senang pada seseorang. Cokelat juga merupakan salah satu makanan yang dapat mengurangi tingkat kadar hormon kortisol. Kortisol disebut juga hormon stres. Jika kita stres, maka bagian tubuh yang merespons rasa stres tersebut yaitu kortisol. Atlet nggak boleh terlalu banyak stres karena bisa mempengaruhi performa”
Cantika tidak segera mengambil cokelat yang diulurkan oleh Dirga. Melainkan hanya menatap dalam mata Dirga.
“Ngomong-ngomong tangan gue pegel”
Cantika tertawa mendengar perkataan Dirga sembari mengambil cokelat yang diberikan oleh Dirga. Tak ada perubahan sikap yang terjadi pada Dirga setelah kejadian setelah turnamen. Malahan yang banyak perubahan adalah Cantika sendiri. Berubah jadi lebih sering murung.
“Lo ngapain disini?”
Untuk menjawab pertanyaan Niana, Dirga mendudukkan dirinya di samping Niana. Mendekatkan mulutnya ke telinga Niana guna membisikkan sesuatu.
“Gue lagi ngebuntutin orang yang nguntit Lo”
“Lo ngikutin dokter Adimas?”
“Lo kenal sama penguntit Lo?”
Cantika mengangguk mengiyakan pertanyaan Dirga.
“Dia psikolog yang dibayar Pak Arya sama Dion buat gue, yang katanya bisa nyembuhin gue”
Dirga terdiam mendengar jawaban Niana “Mau cerita?”
Mendengar tawaran Dirga entah mengapa membuat perasaan Cantika bergejolak. Dia tidak tahan untuk tidak bercerita hingga akhirnya dia mencurahkan segala isi hatinya pada Dirga. Tidak ada yang dia tutup-tutupi termasuk tentang Cantika.
KAMU SEDANG MEMBACA
Leave me alone
FantasiaNiana Putri Joyodiningrat, seorang tokoh antagonis dalam sebuah novel. Sesuai dengan perannya, Niana akan selalu berusaha membuat masalah untuk sang protagonis. Hingga akhirnya datanglah sang pangeran berkuda putih yang akan datang menyelamatkan san...
