26. Gelisahnya Liam dan Lucas

17.5K 2.4K 156
                                        

31 Oktober 2021.

"DIIRRRGGAAAAAA~"

"NIIAAAANNAAAAAA~"

Kedua sejoli itu dengan tak tahu malu saling berteriak memanggil nama satu sama lain. Menyebabkan banyak pasang mata menatap mereka dengan aneh. Terlebih kini mereka saling melambaikan kedua tangan tinggi-tinggi dan loncat-loncat kecil seperti anak kecil.

Liam dan Lucas yang anak kecil sesungguhnya saja tidak pernah seperti itu.

Dirga yang baru saja keluar dari gerbang sekolah segera berlari kecil menghampiri Niana. Sedang Bima yang keluar dari gerbang sekolah bersamaan dengan Dirga hanya bisa merasa malu dengan tingkah kedua temannya.

Setelah melihat aksi tawuran tadi, Pargata, Anjas, Rando dan Cantika berencana untuk menemui Bima dan Dirga yang telah selesai latihan. Liam dan Lucas tentu akan dengan senang hati mengekori kemanapun kakak mereka pergi.

Karena turnamen tinggal beberapa hari lagi, membuat Dirga dan Bima harus merelakan hari libur mereka untuk latihan.

"Gimana latihannya?" tanya Niana setelah Dirga di depannya.

"Biasa aja. Kayak latihan di hari-hari biasa"

Bima ingin rasanya menyumpal mulut Dirga dengan sepatunya. Dirga dengan latihan beladiri di satu kalimat itu bagaikan mimpi buruk. Nggak ada kata 'biasa' yang cocok untuk menjabarkan Dirga yang tengah fokus bertarung dengan sungguh-sungguh.

"Nggak usah kayak anak kecil. Ini sekolah SMA bukan taman kanak-kanak" omel Bima.

"Cemberut aja, Bim. Kalah terus dari Dirga ya?" Rando yang tak pernah melewatkan kesempatan untuk mengganggu Bima.

Dengan segera Bima menghampiri Rando dan mengapit kepala Rando di ketiaknya.

"Bima sialan! Nggak mandi Lo habis latihan? Gila! Asem banget bau kelek Lo!"

Bima tak menggubris makian Rando yang terus mengatainya bau. Malahan semakin dieratkannya apitan di kepala Rando.

Anjas bersyukur dirinya tidak membuka mulut sebelum Rando. Jika tidak, bisa dipastikan jika saat ini dirinya lah yang berada di posisi Rando.

Mengabaikan teriakan nestapa Rando, Liam dan Lucas sedari tadi hanya fokus pada Dirga. Diperhatikannya setiap gerak-gerik Dirga yang terlihat dekat dengan kakak mereka.

Liam dan Lucas takut. Mereka genggam masing-masing tangan Niana. Liam memegang sebelah kanan tangan Niana sedangkan Lucas memegang tangan sebelah kiri Niana. Mereka tidak akan membiarkan perhatian kakak mereka direbut kembali seperti Satria yang merenggut perhatian Niana dari mereka.

Dirga dan Cantika yang menyadari tatapan bermusuhan yang diberikan oleh Liam dan Lucas hanya bisa saling menatap canggung. Cantika yang paham akan perasaan kedua adiknya itu hanya bisa memohon maaf melalui tatapan matanya kepada Dirga. Untungnya Dirga memaklumi.

Anjas dan Bima yang mengetahui situasi canggung tersebut, berusaha mencairkan suasana dengan mengajak pergi ke kafe Rando.

Jangan cari Pargata. Dia tengah sibuk membuat Rando semakin menderita.

QodoQ Lu

Mereka semua kini sudah duduk manis di ruang santai lantai 3 kafe Rando. Pengecualian untuk Dirga dan Bima yang tengah membersihkan diri di kamar mandi. Tiap kamar di kafe Rando terdapat kamar mandi, jadi Bima dan Dirga tidak perlu untuk mengantri.

Meski Lucas tadi sempat waspada dengan kehadiran Dirga, setelah melihat jajaran kue yang dibawa oleh Rando semua ketegangan yang ada di wajah Lucas hilang seketika. Berbeda dengan Liam yang sama sekali tak bergeming dengan apapun yang ada di depannya. Tangannya pun masih menggenggam sebelah tangan Niana dengan erat.

Leave me aloneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang