Chapter 44 - Sweetener

1.7K 217 117
                                    


"Kau ingin berkencan?" Beo Yuri yang langsung di jawab oleh Jessica dengan anggukan semangat selagi jari-jarinya memainkan rambut Yuri.

Yuri dapat melihat dari sorot netra Jessica yang membara seakan mengatakan bahwa istrinya itu benar-benar serius saat mengatakan ingin berkencan.

"Aku ingin kencan bersamamu seperti pasangan lainnya." Ujar Jessica menambahi.

"Kapan kita akan melakukannya?" Tanya Yuri.

Sejenak Jessica memasang raut wajah seakan dirinya sedang berpikir lalu beberapa detik kemudian membalas, "Bagaimana jika besok?"

"Baiklah, ayo kita lakukan!" Yuri pun menyetujui hingga membuat dua sudut bibir Jessica tertarik keatas membentuk senyuman bahagia.

"Terima kasih, Seobang!" Ujar Jessica lalu mengecup bibir Yuri sekali lagi.

"Terima kasih, Seobang!" Ujar Jessica lalu mengecup bibir Yuri sekali lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Katakan padaku, ada apa dengan wajah muram itu?"

Sebuah pertanyaan dari Yuri ketika menyadari perubahan raut wajah dari Jessica yang baru saja menempatkan bokongnya di sofa santai dan bergabung bersamanya yang sedang menonton televisi. Jessica menghela nafasnya kasar sebelum menjawab,

"Eomma baru saja memberitahu bahwa dia sudah kembali ke Bali tadi pagi." Bibir Jessica mencebik kesal.

"Kenapa tiba-tiba seperti itu?" Tanya Yuri yang langsung terkejut.

"Eomma bilang ada kendala pada bahan produksi yang ada di butik," Jawab Jessica seperti yang di katakan oleh sang Eomma di panggilan tadi. Sejenak ia mengehela nafas sebelum melanjutkan kembali, "Padahal aku berencana untuk mengajaknya makan malam nanti malam bersama kita."

Memang setelah makan siang tadi Jessica mendapatkan sebuah panggilan dari Yoojin, karena ituah sebuah ide langsung terlintas untuk berencana mengajak sang Eomma makan malam bersama dan itu langsung di setujui oleh Yuri.

Namun semua terpaksa harus sirna dalam waktu yang singkat ketika Jessica tau alasan sang Eomma meneleponnya yaitu mengabarkan bahwa Eomma-nya itu sudah kembali ke Bali lebih awal tanpa memberi tahunya lebih dulu.

Dan karena itulah suasana hati Jessica berubah drastis, dia menjadi kesal dan sedih.

Sedangkan, Yuri yang melihat itu malah tersenyum gemas akibat tingkah Jessica yang seperti anak umur 5 tahun sedang merajuk dengan mencebikkan bibirnya, ia pun membelai puncak kepala Jessica sambil mencoba menenangkan Jessica, "Gwaenchana, situasi Eommonim kan memang mendesak. Lagi pula bukankah itu lebih baik? Rasa khawatimu pada Eommonim jadi hilang, kan?"

Jessica pun mengangguk lesu membenarkan ucapan Yuri namun tetap merasa sedih karena rencananya gagal mengajak Yoojin makan malam bersama. Tak berselang lama seorang pengawal menghampiri mereka dan membungkuk lebih dulu sebelum berucap,

Marriage Contract •YulsicTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang