Chapter 50 - Need to Know

1.2K 197 106
                                    


Kedua kelopak mata perempuan kelahiran California itu langsung terbuka ketika tubuhnya tersentak, nafasnya langsung memburu dengan keringat dingin yang sudah bercucuran di seluruh tubuhnya membasahi piyamanya.

Sepertinya dia baru saja kembali bermimpi buruk; mimpi buruk tentang kecelakaan yang pernah menimpanya dua tahun dan berhasil menganggu lelapnya. Ia pun perlahan bangun dari tidurnya dan duduk di atas ranjang sambil sedikit memijat kening yang terasa bertambah pening.

Ia menoleh pada sisi sampingnya dan baru menyadari bahwa sosok yang ia cintai ternyata tidak ada disana, meninggalkan ruang kosong di atas ranjang mereka yang hanya terisi dirinya. Tak di pungkiri kekecewaan langsung menyelimuti perasaan Jessica, dia tidak tahu apakah Yuri pulang atau tidak sebab semalam entah mengapa dia benar-benar mengantuk setelah makan malam dan tidak sengaja tertidur ketika menunggu Yuri.

Lantas Jessica menghela nafasnya, lalu meraih remote yang tergeletak di atas nakas untuk membuka gorden besar yang menutupi jendela kamarnya dan langsung tersapa oleh silau matahari, kedua matanya reflek menyipit seraya tangannya mencoba menutupi matanya. Ia penasaran pukul berapa sekarang sampai matahari begitu terik.

Jessica pun melirik pada jam yang tergantung di dinding dan menunjukkan bahwa sekarang sudah pukul 08.30 pagi yang artinya dia sudah sangat kesiangan untuk bergegas ke kantor.

Namun bukannya panik atau marah karena tidak ada yang membangunkannya, dia hanya terdiam di atas ranjang sambil menghela nafasnya kembali. Aneh, ini baru pertama kalinya Jessica sama sekali tidak panik bahkan tidak ada niatan untuk pergi ke kantor, seluruh tubuhnya terasa semakin tidak enak dan melemas, apalagi perutnya terasa nyeri sudah beberapa hari terakhi ini. Mungkin karena itulah dia seperti enggan untuk beranjak.

Sayangnya, Jessica tidak bisa menuruti keinginannya sebab dia juga sadar akan tanggung jawabnya. Maka dari itu dia berusaha untuk melawan rasa sakit dan mulai beranjak dari ranjang.

Namun ketika dia baru saja berdiri tiba-tiba rasa mual yang seperti akhir-akhir ini dia rasakan kembali datang.

Dengan cepat ia pun segera berlari ke arah kamar mandi lalu mengeluarkannya di wastafel sampai rasa mual itu berangsur menghilang kemudian segera menyalakan kran wastafel untuk membersihkan mulut dan berlanjut mencuci mukanya.

Sejenak ia terdiam, menatap dirinya sendiri lewat pantulan cermin yang ada di hadapannya. Jika di ingat-ingat, akhir-akhir ini kondisinya semakin menurun, dis bahkan sering sekali merasa mual di waktu tertentu. Well, awalnya ia pikir mungkin saja rasa mualny terjadi karena dia sebelumnya memang telat makan saat itu dan ditambah lagi sudah 2 hari dia merasa stress karena masalahnya dengan Yuri yang sampai saat ini belum menemukan titik terang.

Dan mungkin hal itu menjadikan dirinya akhir-akhir ini entah mengapa sering sekali merasakan pusing dan lelah dalam melakukan aktivitas yang biasanya dapat ia lakukan dengan mudah.

"Sebenarnya, ada apa denganku?" Gumam Jessica bingung lalu menghela nafasnya pelan selagi tangannya menyibak surai berantakannya ke belakang.

Jessica berniat membasuh wajah sekali lagi walau di benaknya sedang berkecamuk tentang pertanyaan mengapa dia merasa tidak fit akhir-akhir ini, hingga di suatu titik dimana seluruh tubuhnya seketika menegang saat otaknya kembali memproses satu hal yang hampir terlupa.

Bukankah harusnya ia sudah datang bulan seperti pada jadwal biasanya?!

Maka dengan segera Jessica pun keluar dari kamar mandi itu untuk secepatnya mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di atas nakas. Raut wajah Jessica kini berubah menjadi panik bercampur kebingungan namun tangannya tetap bekerja untuk dapat menelpon sahabatnya.

"Tiffany!" Seru Jessica setelah panggilan itu terhubung oleh sahabat sekaligus sekretarisnya itu.

"Morning!" Sapa Tiffany dari sambungan telepon, "Beberapa jadwal untuk seminggu ke depan sudah aku batalkan, dan jadwal lainnya yang tidak bisa di batalkan Hyoyeon akan menghandle-nya. Kemudian untuk meeting siang nanti, kau percayakan saja padaku. jadi kau hanya perlu beristirahat sampai benar-benar kembali fit."

Marriage Contract •YulsicTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang