Chapter 13 - Scandal Tak Terduga

2.1K 273 100
                                    


Hal pertama yang ada di pikiran Sooyoung saat memasuki rumahnya adalah sepi. Maksudnya—memang setiap saat sepi karena hanya di tinggali oleh dia dan istrinya, di tambah beberapa pengawal dan juga pelayan.

Tapi malam ini ia sama sekali tidak mendengar suara dari televisi yang biasanya menemani istrinya saat menunggu dirinya. Kemana istrinya itu?

Kedua matanya langsung menulusuri ruangan untuk menemukan istrinya, namun saat itu juga sebuah suara seseorang yang sedang memasak, menciptakan senyuman tipis dibibirnya, ia pun langsung melangkahkan kakinya untuk menghampiri suara itu.

Dan benar saja, di dapur terlihat seorang wanita yang sedang ia cari sedang sibuk menyiapkan makan malam.

"Bunny?" Panggil Sooyoung setelah mendekat pada sang istri.

"Oh, kau sudah pulang? Kenapa tidak terdengar?" Saut Sunny; yang sekarang mangaduk masakan yang ia buat sekarang.

"Kau terlalu asik memasak mungkin?" Ucap Sooyoung asal di sertai kekehan.

Kedua tangan Sooyoung perlahan melingkar di di perut Sunny; memeluknya lembut dari belakang. Ia mengusap perut istrinya yang sudah mulai menonjol, bermaksud menyapa sang calon buah hatinya.

"Masak apa? Harum sekali." Ucap Sooyoung menyanggahkan dagunya tepat di bahu kecil Sunny. Bibirnya dengan manis mengecup kecil bahu yang masih tertutupi oleh dress santai yang di pakai oleh sang istri.

"Sup iga," Jawab Sunny lalu berbalik untuk menghadap Sooyoung, mendongakkan wajahnya, "Sekarang lekaslah mandi karena makan malam akan siap dan kita akan makan bersama Eomma." Lanjutnya.

"Eomma? Eomma ada disini?" Tanya Sooyoung.

"Eoh," Jawab Sunny sambil mengangguk, "Sejak dua jam yang lalu. Dia menunggu-mu katanya ada suatu hal yang ingin ia bicarakan."

"Lalu sekarang Eomma dimana?"

"Di kamar tamu, katanya beliau tadi mengantuk jadi beliau istirahat sebentar disana."

"Arraseo, tapi sebelum aku mandi bisakah aku mendapatkan ciuman darimu?" Tanya Sooyoung dengan menampilkan wajah yang memelas, menatap sang istri untuk di beri sebuah ciuman manis.

Sunny yang mendengar itu tersenyum gemas, lalu ia pun berjinjit untuk mengecup bibir Sooyoung.

"Mwoya? Itu masih kurang, Bunny." Protes Sooyoung yang tidak terima karena bibirnya hanya di kecup saja.

Dia pun menunduk, berinisiatif untuk mencuri ciuman lagi karena kurang puas dengan hanya di kecup Sunny. Dia melumatnya dengan sangat lembut, menyesap rasa manis dari bibir istrinya.

Sunny sama sekali tidak menolak karena dia juga menyukai setiap kali Sooyoung menyentuhnya. Lihat saja bagaimana tangannya perlahan mengalung di leher Sooyoung—dia menikmatinya.

"Emhh." Leguh Sunny tanpa sadar, dan itu berhasil membuat Sooyoung tersenyum tipis di sela-sela pagutannya.

Sooyoung perlahan melepaskan pagutannya, namun ia masih belum berniat berhenti sama sekali karena yang ada dia malah membawa bibirnya turun untuk mengecupi dagu lalu lebih turun lagi ke arah leher Sunny.

"Soo—enghh." Desah Sunny lagi, semakin membuat Sooyoung semangat menjaili istrinya.

Bahkan tangan yang lebih tinggi itu terus mengusap punggung Sunny sambil menekan lembut agar tubuh sang istri semakin menempel padanya. Sedangkan tangan satunya dengan nakal meremas bokong sintal Sunny.

Namun seketika Sunny mendorong dada Sooyoung untuk membuat si suami-nya menatap dirinya dengan pandangan bertanya sekaligus kecewa karena permainannya harus di hentikan.

Marriage Contract •YulsicTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang