"Mwo?! Kenapa Eomma tidak bilang padaku?!"Pagi hari, cuaca sangat indah karena matahari sudah kembali bersinar setelah semalam bersembunyi di belahan dunia lainnya. Kota Seoul seperti biasa, selalu di penuhi oleh orang-orang yang memulai pagi harinya dengan aktivitas masing-masing dari mereka.
Tak terkecuali Jessica, yang sekarang menuruni tangga dengan benda pipih yang menempel di telinganya; sedang berbicara dengan Yoojin—sang Eomma yang entah mengapa selalu membuatnya pusing.
Setelah mandi tadi, Jessica memang berencana untuk menelepon Eomma-nya, dia masih memikirkan percakapannya dengan sang Eomma beberapa hari yang lalu dan bukankah bagus jika menghubungi Yoojin saat ini karena sudah beberapa hari ini wanita yang telah melahirkannya itu masih di Korea dan menemani Halmoni-nya?
Tapi tadi saat akan menelepon, Eomma-nya malah meneleponnya duluan dan sukses membuat Jessica kesal pagi hari ini.
Bagaimana tidak? Eomma-nya itu masih seperti biasa; seenaknya saja datang dan pergi seperti hantu yang tak di undang. Ia sungguh kesal.
Well, ternyata kemarin Yoojin sudah kembali ke Bali seenaknya tanpa memberitahu dulu sebelumnya pada putri semata wayangnya itu, dan malah Jessica baru mendapatkan kabar di pagi hari ini saat Yoojin sudah berada di Bali, itu sangat membuat perasaan Jessica kesal.
"Mianhae, Eomma baru ingat bahwa ada pertemuan dengan para investor untuk butik baru yang Eomma akan dirikan. Jadi, Eomma lupa untuk pamit kepadamu."
"Astaga," Jessica menggeram, "Bahkan jika investor itu tidak jadi berinvestasi, aku bisa menggantikannya Eomma."
Jessica sangat kesal, harusnya dia bisa memikirkan rencana yang lebih tepat jika Eomma-nya berada disini.
"Aish, anak nakal! Kau sombong sekali sekarang pada Eomma-mu sendiri." Saut Yoojin sedikit menghardik.
"Ah molla, aku harus bagaimana sekarang?~" Rengek Jessica yang sudah duduk di meja makan.
Para pelayan langsung pergi ke dapur saat sudah menyiapkan semua perlengkapan dan sarapan Jessica untuk memberi privasi pada majikannya.
"Apa? Apanya yang bagaimana?"
"Jangan pura-pura tidak tahu, ini masalah serius Eomma! Ini menyangkut Jung Group."
"Ah, masalah yang kemarin? Bukan kah Eomma sudah menyarankan hal itu padamu?"
"Eomma, jebal, apa tidak ada cara lain? Seperti dengan langsung menghilangkan Sooyoung dari dunia ini dan mengirimnya ke akhirat?" Tanya Jessica dengan nada yang masih merengek putus asa.
"Mwo?! Yah, jangan coba-coba! Jika kau berani melakukan itu, akan aku bunuh kau." Saut Yoojin memperingati Jessica.
"M-mwo? Eomma akan membunuhku?Eomma~ benar-benar tega." Ujar Jessica mendramatisir.
"Kau yang tega! Ingin membuat Eomma mati berdiri, huh?!"
"Aku hanya bercanda. Aish, mengapa kau sensitif sekali Eomma." Cibir Jessica.
"Selera humor mu sangat mengerikan." Ejek Yoojin pada Jessica.
"Selera humor Eomma yang sangat jelek! Lagipula aku juga tidak akan melakukannya, untuk apa mengotori tanganku yang indah ini dengan melakukan hal itu." Timpal Jessica tidak terima dan hanya di balas gumaman kesal dari sang Eomma.
"Okey sekarang dengarkan Eomma, jadi selama Eomma kemarin berada di samping Halmoni-mu sikapnya benar-benar menunjukkan kalau dia sedang bahagia, mood-nya sangat bagus bahkan sesekali dia membahas Sunny yang tengah hamil sekarang. Kau tau apa artinya?" Ujarnya berjeda,

KAMU SEDANG MEMBACA
Marriage Contract •Yulsic
Hayran KurguPernikahan kontrak yang terjadi antara Jessica Jung dan Kwon Yuri demi keuntungan mereka masing-masing. ❝Bisakah kita bersama untuk waktu yang lama?❞ Warning! ▶[M] / 21+ ▶ Bahasa baku ▶ Gender Switch! For Seme ▶Tidak sesuai real life ▶Hanya imajin...