43. Mulai terbiasa

1.3K 128 42
                                        

Adrian
Dmn syg?

Me
Kantin

Adrian
Jadi pulang lebih awal?

Me
Jadi kayanya

Adrian
Gua blm kelar meeting
Kabarin klo udh pulang

Me
Ok

____

"Cieee lagi chattingan sama mas pacarrrr." senggol Elga pada pundak Ara yang sedang memainkan ponselnya.

Ara hanya menggedikkan bahunya acuh.

"Eh Ra lo sama Adrian kaya judul film deh."

"Apa?"

Elga mengkerut kan dahinya, seolah mengingat sesuatu. "Step brother or step sister."

"Hah? Film apa itu?" tanya Ara bingung.

"Ga tau, Juan sering cerita kalo step brother tuh suka sama sodara sendiri mau kandung atau tiri, tapi Juan ceritanya hina banget masa adegan mantap-mantapnya diresapi jadi jijik liat dia cerita, hiii." Elga bergidik ngeri membayangkan Juan saat bercerita padanya.

"Ga pernah denger gue film itu."

"Gue juga penasaran, tapi gue cari di Netflix ngga ada gue cari di google malah website terblokir. Se-privat apa dah filmnya sampai susah bet nyarinya."

"Tanya Juan coba, tapi gue ga tertarik sih nonton filmnya." usul Ara.

"Gue yang tertarik anjir, mana gue ga dikasih liat filmnya lagi. Dia mah cerita mulu."

TUNG! TING!

"Diberitahukan kepada seluruh siswa siswi Savielle kelas sepuluh, sebelas, dan dua belas bahwasanya pada hari ini terpaksa bapak ibu guru memberi izin pulang lebih awal karena ada kepentingan rapat seluruh komite sekolah, maka dari itu dipersilahkan untuk pulang dan gunakan kesempatan belajar dengan baik di rumah, terimakasih."

Terdengar suara sorak sorai siswa siswi Savielle yang senang akan pengumuman pulang lebih awal ini. Berbeda dengan Ara yang biasa saja ekspresinya karena sudah mengetahui berita tersebut dari anggota osis.

"Kebetulan pulang lebih awal gue mau ngedate sama Juan. Pengertian banget dah, makin cinta sama Savielle." seru Elga dengan wajah berbinar bahagia.

"Cinta sama akunya kapan?" sahut seorang cowok di belakang Elga.

Elga menoleh, kemudian berdiri dan langsung memeluk pacarnya itu. "Everytime, baby."

"Aww, meleleh aku tuh kalo diginiin sama kamu." balas Juan berflower-flower.

"Yaelahh bucin mulu." sindir Agi.

"Iri bilang babi." sahut Aga.

"Dih, lo sendiri jomblo ngepet!" balas Agi tak terima.

"Gue banyak yang suka, tapi masih pengen sendiri aja, ga kaya lo." elak Aga. "Eh Ara, apa kabar lo?" tanyanya ketika melihat Ara yang berdiri membenahi roknya.

"Baik, kalian sendiri gimana?" tanya balik Ara.

"Ngenes." jawab singkat Agi dengan nada sedih.

"Dih kenapa lo?" tanya Juan.

"Kaya ga tau Agi aja lo, mana pernah dia bahagia." timpal Aga membuat senyum kecil di wajah Ara.

Entah kenapa Ara merasa Reano sudah mulai melupakannya bahkan menjaga jarak dengannya. Karena sering kali terlihat Aga, Agi, Juan selalu bertiga jika sedang menyapanya atau bercengkrama dengannya. Tapi persahabatan mereka tetap kompak, layaknya benar-benar support system.

Fakboy Kelas SebelahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang