CUP!
Ara terbelalak ketika Reano mencium bibirnya secara tiba-tiba saat dirinya berbalik.
BUG!
"Akkh!" pekik Reano memegangi perutnya nanar. Frontal Ara menonjok perut Reano yang berani kurang ajar dengan dirinya.
"Galak juga, eh?"
"Maksud lo apa cium-cium gue?!" sentak Ara marah.
"Jangan marah dong. Lo sekarang kan pacar gue." Ucap Reano santai, meninggalkan Ara yang masih mematung di tempatnya.
Tak lama Ara menyusul Reano yang tampak pincang lalu menghadang cowok itu.
"Gue bakal tanggung jawab, asal nggak jadi pacar lo." Protes Ara. "Karna lo udah kurang ajar sama gue dan gue ga terima, lo tau ga itu first kiss gue?! Ga semua cewek suka lo gituin ya cowo freak! Lo pikir gue sudi jadi pacar lo cuma karna lo cowo keren di Savielle, cih"
Reano tersenyum sumringah, "Thanks ya udah akuin gue keren." katanya sambil terkekeh geli melihat muka Ara yang merah padam menahan amarah, "dan satu lagi kalo itu first kiss lo, boleh dong jadi kiss forever lo?"
Benar-benar dibuat murka dengan cowok sok kegantengan itu!
~ya walaupun emang ganteng-
Ara menghembuskan nafas kasar, "Mending gue bawa lo ke rumah sakit buat ngobatin kaki lo yang kelihatannya gapapa itu, daripada lo memanfaatkan situasi diatas kesalahan gue dan kita ga ada urusan lagi setelah itu. Ayoo!" cercah Ara sembari menarik lengan kaos Reano.
"Eh eh.. eh." Reano berjalan tertatih kemudian menarik pergelangan tangan Ara agar berhenti tapi langsung di hempas oleh cewek itu.
"Lo mau ingkari perjanjian? Lo udah setuju tadi." Peringat Reano. "Lo bakal jadi pacar gue, yang selalu jagain gue. Kan lo premannya Savielle."
"Lo memperbudak gue?!" Gertak Ara.
"Mana ada? Lo pacar gue, udah titik." Telak Reano tidak bisa diganggu gugat.
Ara kesal, ia langsung berbalik hendak meninggalkan Reano tapi pergelangan tangannya digenggam oleh cowok itu.
"Lo kalo kesel suka ninggalin ya. Asal jangan tinggalin gue nanti pas lagi sayang-sayangnya." Kata Reano tanpa tau hati dan pikiran Ara yang sudah tidak menentu. Sedari tadi bingung dengan dirinya sendiri.
"Najis!" Ara berusaha tidak menggubris perkataan Reano.
"Marah mulu si pacar." Kekehan Reano semakin membuat Ara dongkol.
"Kenalan dulu dong, masa udah jadian nggak saling kenal. Kata pepatah sih tak kenal maka tak sayang, takutnya nanti nggak kenalan jadi nggak sayang-sayang."
Disitu Ara sudah ingin memukul kepala Reano jika tak ingat bahwa cowok itu sudah berstatus sebagai pacarnya karena sebuah perjanjian bodoh berdasarkan pertanggung jawaban.
"Dengan siapa ini?" Reano mengulurkan tangannya kepada Ara.
Tanpa menyambut jabatan tangan itu, Ara menjawab, "Givara Bunga Adnanta."
"Cantik namanya, kaya orangnya hehe. Kalo gue-"
"Fakboy-nya Savielle. Reano Danuarta." Potong Ara cepat membuat Reano tertawa geli.
"Jahat banget lo yang, ngatain pacar sendiri fakboy."
"Nggak usah manggil gitu, gue geli dengernya." Sungut Ara jengkel.
Reano tampak suka menggoda Ara yang mulai lunak dengannya, meskipun cewek itu masih kasar. Setidaknya Ara tidak irit bicara seperti awal pertemuan mereka. Ara tidak sedingin itu ternyata. Okey, inilah mainan baru Reano.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fakboy Kelas Sebelah
Teen FictionWARNING 18+‼️⚠️ Banyak toxicnya & mengandung 18+ Jiwa bar-bar ga masalah, yang qalem banyak-banyak nyebut dahhh "Lo harus tanggung jawab. Udah tiga kali lo nyelakain gue!" Teriak Reano menahan kepergian Ara. "Mau apa lo?" Balas Ara to the point. Se...
