"Pacar? Siapa pacar Reano disini?" Tanya Bu Angel tampak tidak bersahabat. Ralat, semua guru memang tidak bersahabat dengan Reano. Karena cowok itu suka buat onar.
"Pokoknya pacar saya yang cantik kaya ibu." Balasnya dengan mengedipkan sebelah mata pada Ara.
Ara menutup matanya rapat-rapat sebelum memberanikan diri mengangkat tangannya dan berdiri.
"Maaf, Bu Angel. Saya pamit pulang lebih dahulu. Ada urusan mendadak." Pamit Ara, menuju meja guru dan menyalami Bu Angel.
Bu Angel sempat kaget saat Ara mengangkat tangannya, ia kira pacar Reano adalah murid kesayangan itu. Syukurlah jika Ara ternyata angkat tangan untuk pamit pulang duluan.
"Oh, it's okay Ara. Lagi pula ini sudah waktunya pulang." Ucap Bu Angel.
Gadis itu mengangguk samar kemudian berjalan cepat keluar kelas meninggalkan Reano yang tertawa melihat tingkah Ara untuk menghindarinya.
Anda
Sori, El. Gue nggak bisa nunggu lo di halte kaya biasa.
Elga Aulia W.A
Wkwk santui, Ra. Take care lo.
Setelah menerima balasan dari sahabatnya, Ara berlari menuju mobilnya di parkiran. Cukup lama menunggu Reano untuk memasuki mobil. Tidak masalah, daripada harus berjalan bersama akan menambah banyak masalah baginya.
Di tempat lain, tepatnya di pinggiran lapangan basket terdapat Aga, Agi dan Juan yang bertepuk tangan kagum atas apa yang dilakukan Reano.
"Proud of you, bro!" Seru Juan.
"Alig alig, ga nyangka gue, lo bisa naklukin Ara sampai dia yang takut deket sama lo hahah!" Sahut Agi.
"Parah sih lo. Mengorbankan diri sendiri demi naklukin singa madagaskar." Ujar Aga sembari melirik kaki Reano yang diperban.
Reano tertawa, "Apapun yang gue mau harus didapatkan dengan cara apapun. Gue mah bisa aja taklukin semua, mama muda sekalipun." Ujarnya sombong.
"Ya jangan dong bego! Lo mau jadi papa mudanya?" Balas Agi kesal.
"Terus nasib hubungan lo ini gimana?" Tanya Juan.
"Iya, lo mau apain tuh Ara." Sahut Aga.
"Kalo ditinggalin gitu aja sayang banget ya, soalnya dapetinnya harus pake pengorbanan. Mau diapain ya enaknya." Reano tampak berpikir.
"Ye si tai, emang tujuan awal lu dapetin si Ara mau ngapain?"
"Main-main aja sih." Ucap Reano santai sembari meniup permen karet dalam mulutnya.
Agi menepuk jidatnya, "Anjirt, banyak cowok yang pengen sama dia mati-matian ngejar, lo modal kecelakaan langsung kena, buat mainan lagi. Parah." serunya heboh.
"Tiati lo." Peringat Juan.
"Gatau nanti kalo berubah." Reano tampak mengangkat bahu acuh.
"Dah lah, cabut dulu nyusulin peliharaan gue. Ini rekor pertama buat gue kaga cabut sekolah seharian, parah ga tuh." Lanjutnya kemudian berlalu pergi dari hadapan para sahabatnya.
∆∆∆∆∆
Reano baru saja memasuki mobil yaris merah milik Ara setelah sekian lama berbincang-bincang dengan sahabatnya. Dilihatnya Ara yang terlelap duduk di bangku kemudi.
Ia mencoba membangunkan dan memastikan apakah Ara tidur. Dengan sedikit memajukan badannya hingga jarak wajah diantara mereka hanya beberapa senti saja.
Reano memperhatikan setiap inci wajah Ara yang begitu halus tanpa pori-pori. Tak tertinggal bulu mata lentiknya, hidung mancung dan bibir mungil milik gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fakboy Kelas Sebelah
Novela JuvenilWARNING 18+‼️⚠️ Banyak toxicnya & mengandung 18+ Jiwa bar-bar ga masalah, yang qalem banyak-banyak nyebut dahhh "Lo harus tanggung jawab. Udah tiga kali lo nyelakain gue!" Teriak Reano menahan kepergian Ara. "Mau apa lo?" Balas Ara to the point. Se...
