25. Studycamp - Dimana Ara?

2.3K 213 11
                                        

"Ara hilang, Dri."  kata Arby to the point.

"Maksud lo apa?!"  tukas Adrian shock.

"Tadi acara jelajah, sampai sekarang dia belum balik."  jelas Arby.

"Sharelok sekarang juga!" pinta Adrian yang langsung mematikan sambungan teleponnya.

"Fuck! Bisa-bisanya dia hilang di hutan tengah malam gini." cetus Adrian sembari mengenakan jaket kulitnya, bersiap menuju puncak dimana Ara sedang mengadakan studycamp bersama sekolahnya.

Fyi, Arby adalah teman seangkatan bahkan teman sekelas Ara yang bertugas memberi informasi kepada Adrian tentang Ara dan apa yang sedang terjadi pada gadis itu.

Bukannya anak Savielle dan Cempaka selalu bentrok, nggak pernah akur? Yaps true banget, tapi apa sih yang nggak bisa selagi ada uang hmm?

Intinya Arby bekerja untuk Adrian. Mudah kok, cuma jadi mata-mata dan jangan sampai anak Savielle sendiri mengetahui kalau ada yang menjalin kerjasama dengan anak Cempaka.

Adrian memakai helm full face kemudian menginjak gigi motornya, "Cupu lo brengsek, nggak bisa jagain Ara!" cetusnya tertuju pada Reano dan langsung menancapkan gasnya.

∆∆∆∆∆

Lampu flash ponsel Reano masih setia menyala dari setengah jam yang lalu tapi ia belum menemukan keberadaan Ara. Entah dimana gadis itu berada.

"ARA! DIMANA KAMU?!" teriak Reano sedari tadi tiada henti.

Cowok itu menanjak menaiki jalan terjal yang begitu tajam dipenuhi ranting-ranting pohon berserakan tapi tetap ditrabas begitu saja. Masih dalam usaha mencari jalan pintas, agar cepat menemukan titik terakhir Ara hilang.

"ARA! MAAFIN AKU!!" teriaknya lagi, dengan gema suaranya sendiri yang menemani.

"Ternyata gue nggak bisa nggak peduli ke dia." keluhnya.

"ARGHH!" teriak Reano menendang sebuah ranting, kesal belum juga menemukan keberadaan kekasihnya itu.

Disisi lain ada Beni dan beberapa anggota osis yang juga turun tangan mencari Ara. Tampak di sana yang paling khawatir adalah Beni. Karin mengamatinya, terlihat sangat cemas dan gelisah.

"ARA!! TERIAK, RA! KAMI MENCARI MU!" teriak Beni.

Hening tak ada jawaban~

"Guys, udah setengah jam kita cari Ara tapi belum juga ketemu, apa nggak sebaiknya kita melaporkan kehilangannya di pos bawah aja?" ujar Karin pada teman-temannya termasuk Beni.

"Setuju, lebih baik gitu. Takutnya kenapa-napa." sahut Elbran.

"Yaudah, ayo kembali ke tenda semua, kita hubungi Pak Tri di bawah." ajak Karin.

"Ben, Ayo kita balik ke tenda dulu." tutur Megi.

"Kalian balik duluan aja, gue mau cari Ara. Kalo ketemu gue bakal hubungi kalian." balas Beni.

"Lo serius sendiri? Ini udah gelap banget, Ben." tanya Karin yang tampaknya khawatir.

"Gue nggak papa, Rin. Lo duluan aja. Kabarin gue kalo udah nyampe tenda." jawab Beni menenangkan.

"Oke deh kalau gitu. Lo jaga diri baik-baik, Ben. Bahaya udah malam." peringat Karin yang kemudian pergi setelah mendapat anggukan dari Beni.

Fakboy Kelas SebelahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang