Mendaki

40 13 0
                                        

Semua siswa berbaris memasuki Bis dengan membawa masing-masing tasnya, kecuali Belva. Dia masih ditahan oleh Bu Mira, sedangkan semua temannya sudah ada di dalam Bis rebutan kursi.

"Belva, ingat di sana nanti kamu jangan terlalu serius belajar. Refreshing juga yah," ucap Bu Mira sambil mengusap kepala Belva.

Bu Sarah tersenyum pada Belva lalu memegang pundaknya.

"Ibu sudah dengar tentang kamu Belva, jangan menyerah ya, Nak!" suportnya.

"Iya Bu, makasih. Aku masuk Bis dulu," Belva lalu menyalim tangan wali kelasnya itu.

Saat masuk di dalam Bis, suara temannya yang berisik langsung menusuk pendengarannya. Dan Bis juga bergoyang akibat mereka yang terlalu rebutan. Mereka rebutan duduk dengan idola mereka. Yah, siapa lagi kalau bukan Mikeil dan Glen. Bu Sarah yang baru masuk langsung di buat pusing dengan muridnya ini. Bahkan mereka ada yang saling jambakan karena rebutan kursi.

"Woi! Gue yang bakal duduk sama Mikeil!" bentak Audrea

"Tapi gue dulu yang ambil kursi ini, lo jangan ngaco!"

"Pokoknya yang duduk sama dia harus gue!"

"Nggak. Harus gue!"

"Berani lo lawan gue!"

"ANAK-ANAK, TOLONG DIAM!" teriak Bu Sarah sambil menepuk-nepukkan tangannya dan sontak semuanya diam.

"Apa kalian mau membuat Bis ini terbalik" ucap Bu Sarah marah melihat kelakuan siswanya tadi.

"Maaf Bu," sahut semuanya.

"Oke. Sekarang duduk bersama teman kelompok kalian!" suruh Bu Sarah.

"Iya, Bu" jawab mereka semua dengan lesu.

"Tapi Bu."

"Audrea tolong patuhi aturan saya" ucap Bu Mira.

Audrea menghela nafasnya pasrah. Dia Lalu duduk di kursi dengan asal.

Saat semuanya sudah mencari teman kelompoknya, Belva mulai berjalan mendekati kursi Glen dulu karena tidak melihat Mikeil. Dia lalu menadahkan tangannya di depan wajah Glen seperti meminta uang.

"Apa?" tanya Glen bingung.

"Cemilan aku!" jawab Belva melototkan matanya.

"Oh, nih."

Glen lalu memberikan plastik itu dan Belva menerimanya.

"Nih, buat kamu!" Belva memberikan sebotol air dan cemilan pada  Glen yang sudah ia persiapkan.

"Ooooh. Baik banget, sih...." puji Glen mencubit pipi Belva.

"Auw, kok dicubit sih gue?" sebal Glen memegang perutnya yang dicubit Belva.

"Siapa suruh!" balasnya lalu pergi mencari kebaradaan Mikeil.

Mikeil yang baru masuk Bis dan melihat sikap Glen pada Belva memutar bola matanya malas. Dia lalu menuju kursinya untuk duduk sambil bermain handphone.

"Glen kita sekelompok, kan?" tanya Putri sangat senang.

"Munurut lo?" kesal Glen lalu beralih duduk di dekat jendela dan putri malah girang langsung duduk di samping Glen.

"Jangan terlalu dekat sama gue!" tegur Glen memperingatkan lalu mengambil tasnya dan menaruhnya di tengah kursi.

"Iya-iya. Yang penting kita sekelompok aku udah seneng banget" balas Putri dengan senyum manisnya.

"Nggak nanya!" sinis Glen

"Judes banget sih, loh." maki Putri

"Masala buat lo!" semprot Glen tidak mau kalah.

Why Should Be Me [ Tamat ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang