Suara motor menggema di pekarangan rumah milik keluarga Mr. Cristhan. Dua motor itu berhenti tepat di depan rumahnya. Pemilik motor itu lalu mematikan motor mereka dan menstandarnya. Kemudian mereka turun dan memasuki rumah kebesaran itu.
"MAH. GLEN PULANG!" teriak Glen pada saat membuka pintu.
"Ciri-ciri anak di manja" ucap Belva memutar bola matanya.
"BELVA!" teriak Isabel senang melihat kedatangan mereka.
Belva tersenyum dan langsung berlari memeleluk Isabel. Tidak tau mengapa dia sangat merindukan sosok wanita cantik itu.
"Kenapa jarang ke sini? Mama kangen, loh" tanya Isabel mengelus kepala Belva.
"Aku banyak urusan, Mah" jawab Belva menunduk.
"Anak Mama, aku loh. Masa Belva sih yang dipeluk" Glen menampilkan ekspesi sok ngambeknya namun tak dihiraukan Isabel.
"Pasti Glen manja banget yah, Mah" bisik Belva dan Isabel mengangkuk tertawa.
"Kalian Bisikin apa" tanya Glen penasaran.
"KEPO!" balas Isabel dan Belva bersamaan lalu tertawa.
"Kalian nggak asik banget, sih!" Glen sebal.
Mikeil yang merasa seperti barang pajangan saja merasa jengah dan malas. Dia memutar bola matanya ke arah lain dan menghela nafasnya.
"Ehem. Boleh duduk?"
Tanya Mikeil yang sudah sangat capek karena buku di ranselnya yang sangat berat.
Selalu saja begitu. Keluarga Glen memang aneh, tamu yang datang harusnya disambut. Nah ini, malah diabaikan. Hah! Mikeil benar-benar tidak habis pikir.
"Astaga. Tante sampai lupa, maaf yah Mikeil" ucap Isabel memukul jidatnya.
"Belva duduk juga" pintanya dan Belva mengangkuk lalu duduk di sofa.
"Kalian mau minum apa?" tanya Isabel.
"Air putih aja, Tante," Jawab Mikeil
"Kalau Belva air putih juga," kata Belva dan Isabel langsung pergi ke dapur.
"Bokap lo mana?" tanya Mikeil.
"Di atas kali" jawab Glen.
"Lo nggak belajar?" tanya Mikeil membuat Belva memutar matanya males.
"Entar kalau pulang di rumah nanti, lagian--" ucapan Belva terpotong.
"Kalau di rumah lo kerjain soal-soal ujian, sekarang lo harus belajar buat ngejar ketinggalan lo" kata Mikeil panjang lebar.
"Kamu mau buat aku gila, karena belajar terus" Belva jengkel sedangkan Glen asik bersosial media.
"Gue cuman jalanin perintah Bu Mira. Kalau lo nggak mau, yah sudah. Nggak papa, gue malah senang" kata Mikeil
"Ya tapi kan bisa nanti di--"
Ucapan Belva lagi-lagi terpotong karena Mikeil memberikannya buku tepat di depan wajahnya.
Belva hanya bisa membuang nafasnya kasar. Dia sangat jengkel, dia lalu mengambil buku itu dengan kasar lalu membukanya dengan kasar.
"Kalau buku gue robek, lo harus ganti" ucap Mikeil sambil membuka bukunya juga untuk dibaca.
Belva lagi-lagi menghela nafasnya kasar. Dia berusaha menurunkan emosinya agar bisa fokus belajar dan buku Mikeil bisa selamat.
"Gue perhatiin, yah. Semenjak lo dekat sama Belva, lo udah banyak ngomong. Nggak kaya dulu, kaku!" kata Glen membuat Mikeil berhenti membuka bukunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Should Be Me [ Tamat ]
Mistério / Suspense> Follow dulu yah, karena sewaktu-waktu cerita ini akan di privat< Di benci oleh orang tua sendiri! Di bully! Di Teror! Di ancam! Di jadikan bahan taruhan! Dan ingin di bunuh! Siapa yang akan tahan jika menjalani hidup seperti itu? Yah, Dia Belva Am...
![Why Should Be Me [ Tamat ]](https://img.wattpad.com/cover/273926434-64-k730538.jpg)