Hi para readers!
Mohon maaf sebelumnya karena aku tidak terlalu rutin publisnya, soalnya aku lagi banyak kegiatan dan tugas pada numpuk.
Mohon maaf nih sekali lagi!
Jangan lupa tinggalin jejak dengan cara komentar, yah! Soalnya komentar kalian mendukungnya secara tidak langsung hehehe....
Selamat membaca!
============≠================
Brak!
"BELVA!"teriaknya Salsa saat membuka pintu kamar dengan kasar.
Salsa sangat jengkel karena Belva membohonginya, Belva bilang ingin ke toilet, namun nyatanya dia pulang duluan dan meninggalkan Salsa sendiri. Dia tidak terima, karena Belva memberikan piala miliknya yang super duper berat itu padanya untuk dibawah pulang.
"Berani yah lo, ninggalin gue!"ucapnya sambil berkacak pinggang.
"Belva." panggilnya karena tidak ada tanda-tanda keberadaan Belva.
"Yuhuuu ... Belva."
Panggilnya sekali lagi sambil membuka pintu kamar mandi, dan menutupnya kembali karena Belva tidak ada di dalam.
Salsa menyergit dahinya karena bingung di mana keberadaan Belva.
Belva kemana? Apa dia masih belum pulang? Batinnya
Tanpa sengaja matanya melihat ke atas lemari dan sontak membulatkan matanya karena koper Belva tidak ada di atas. Salsa kemudian membuka pintu lemari.
"Dia minggat" ucapya khawatir
Dia lalu menelfon Belva namun tidak di angkat. Karena kakinya pegal berdiri, dia kemudian duduk di kursi untuk berfikir sejenak dimana keberadaaan Belva. Tapi tanpa sengaja tangannya menjatuhkan gelas di meja hingga gelas itu berserakan di lantai.
"Pake jatuh segala lagi" ucapnya jengkel pada gelas itu.
"Bersihinnya pake apa, yah" monolognya karena tidak melihat sapu.
"Aaa. Tisu aja."
Salsa lalu membuka laci meja karena tidak melihat tisu di atas meja dan dimana pun. Tapi saat membuka laci, dia tampak bingung hingga sampai menyergit dahinya. Dia bingung, karena isinya bukanlah barang-barang Belva yang dulu.
"Obat?" tanyanya bingung sambil mengambil obat itu.
Salsa lalu mengambil catatan kesehatan Belva dan membacanya.
"Jantung" gumamnya meneteskan air matanya.
"Kenapa nggak pernah bilang?"
"Trus ini apa?" tanyanya sendiri lalu mengambil beberapa amlpod surat di dalam laci itu.
Salsa lalu membukanya dan membacanya. seketika air matanya kembali jatuh. "Jadi selama ini lo di teror orang. Kenapa nggak cerita Belv?"
"Hiks ... Maaf, karena tidak jadi kakak yang nggak baik buat lo"
Tanpa diketahui Salsa, Sella ibunya tersenyum mendengarkan semua ucapannya barusan. Dia lalu menjahui kamar itu dan meninggalkan Salsa dengan keadaan yang sangat bersalah.
Rupanya anak sialan itu mau kabur. Ck, nggak segampang itu. Dia harus menerima semua perbuatan ibunya itu. Batinnya
Dia kemudian mengambil handphonenya dan menelfon seseorang.
"Bunuh dia!" ucapnya lalu menutup sambungan telfonnya kemudian turun menemui suaminya.
Sedangkan di bawah ruang tamu, Raymon sedang menikmati secangkir kopi miliknya sambil bersantai di sofa. Hari ini dia sangat senang karena Belva berterima kasih padanya dengan sangat terhormat di depan semua orang. Dan itu membuatnya naik kepala dan melupakan segalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Should Be Me [ Tamat ]
Misteri / Thriller> Follow dulu yah, karena sewaktu-waktu cerita ini akan di privat< Di benci oleh orang tua sendiri! Di bully! Di Teror! Di ancam! Di jadikan bahan taruhan! Dan ingin di bunuh! Siapa yang akan tahan jika menjalani hidup seperti itu? Yah, Dia Belva Am...
![Why Should Be Me [ Tamat ]](https://img.wattpad.com/cover/273926434-64-k730538.jpg)