Halo semuanya!
Pencet bintang duku deh.
Maaf yah, update nya lama. Aku lagi ujian sih!
Oh iya. Jangan lupa coment yah, karena coment kalian itu sangat berarti buat aku.
Selamat membaca!
❤❤❤
==========================
Di dalam kelas, semua siswa sibuk mengerjakan tugas. Tidak ada guru yang mengawasi mereka karena rapat diadakan mendadak hingga siswa mendapat tugas dadakan juga.
"Apes banget sih hidup gue. Mana otak lemot lagi!" ucap Putri
"Ya Allah, berikan aku mukjizat agar soal matematika ini bisa selesai dengan benar dan tepat waktu," kata Irwan dengan lantang karena melihat soal yang paling dibencinya.
"Amin. Biar gue bisa nyontek lo!" sahut Putri mengaminkan karena dia juga sudah menyerah menatap soal di bukunya.
"Woi ngapain mau nyontek gue, lo!"
"Karena waktu ulangan harian, lo nyontek jawaban gue. Pokoknya kalau lo nggak kerjain soalnya, gue bakal laporin lo, kalau waktu itu lo nyontek gue! Lagian belum jadi juga udah garang amat lo!" kata Putri memandang Irwan ngeri.
"Muka ganteng gini di bilang garang, nasib-nasib!" ucap Irwan
"Hah! Bu Mira nggak tanggung-tanggung ngasih tugas. Lo udah nomor berapa Belva?" tanya Maya
"Nomor 5," jawab Belva santai
"Pinter banget sih lo. Coba gue dapet otak kaya lo," ucap Maya berandai
"Biasa aja kali."
"Kasih tau rumus nomor dua yah, please. Cuman nomor dua kok!" mohon Maya
"Rumusnya itu---"
Brakkk
Ucapan Belva terpotong karena Wina mengebrak mejanya. Bahkan Salsa yang duduk di pojok depan sana juga kaget.
"Heh! Kerjain tugas gue sama Audrea!" suruh Wina meletakkan bukunya kasar di depan Belva.
"Bukannya ini tugas individu yah," balas Belva sambil menghela nafasnya.
"Lo nggak mau kerjain?!" tanya Audrea ngegas sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Kamu udah tau kan jawabannya."
"Wah, mulai membangkang lo sekarang. Inget! Lo yang paling muda di sini. Jadi jangan bantah perintah kita!" kata Wina merendahkan.
"Terus kalau aku paling muda, harus gitu nurutin perintah konyol kalian," balas Belva
Maya yang tidak mau ikut campur langsung berpura-pura mengerjakan tugasnya tapi tidak sengaja mencoret buku Wina.
Wina membuang kasar nafasnya ke arah lain melihat bukunya yang tercoret.
"Sorry," ucap Maya gemetar karena takut.
"Hapus nggak!" kesal Wina
"I-iya" Maya lalu mencari tipe x di laci dan tasnya namun tidak ada.
"Cari dalam tas aku!" kata Belva karena Maya sudah kebingungan.
Maya lalu mengambil tas Belva dan mencari tipe x dengan tangan gemetar.
"Kerjain nggak!" suruh Audrea menarik rambut Belva.
"Akh, aku nggak mau!" kata Belva sambil meringis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Should Be Me [ Tamat ]
Mystery / Thriller> Follow dulu yah, karena sewaktu-waktu cerita ini akan di privat< Di benci oleh orang tua sendiri! Di bully! Di Teror! Di ancam! Di jadikan bahan taruhan! Dan ingin di bunuh! Siapa yang akan tahan jika menjalani hidup seperti itu? Yah, Dia Belva Am...
![Why Should Be Me [ Tamat ]](https://img.wattpad.com/cover/273926434-64-k730538.jpg)