Hai komunitas rebahan....
Apa kabar?
Pastinya baik donggg
Semoga betah yah, baca ceritaku🤗
Setelah berlari beberapa menit, akhirnya Belva sampai di depan kelas untuk sejenak menetralkan nafasnya yang memburu. Dan setelah merasa baikan, barulah dia mengetuk pintu lalu masuk kelas.
Tok ... Tok ... Tok ....
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu menatap ke arah Belva, termasuk Bu Mira. Mereka berfikir "Apakah anak ini salah masuk kelas?".
Bu Mira memperhatikan dengan teliti postur tubuhnya, wajah, hidung, bibir, mata, pipi, dan gaya berpakaiannya. Tapi dia masih ragu, lalu kemudian dia kembali memperhatikannya dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Bel ... Va" gumam Bu Mira namun masih bisa di dengar semua orang yang ada di ruangan itu.
Kini semua mata tertuju pada Bu Mira.
"Belva!" kata semuanya bersamaan dengan ekspresi tidak percaya kecuali Mikeil.
Belva berhenti tepat di depan mejanya. Dan menatap temannya dengan pandangan heran.
"Kenapa ada yang salah?" tanya Belva bingung pada temannya.
"Wah. Ternyata, lo cantik juga ya kalau berpenampilan kaya gitu" puji Irwan
"Uhm. Kaki lembek, It's so beautiful" ucap Putri
"Ala ... sok bahasa Inggris loh" ledek Irwan yang membuat Putri memanyunkan bibirnya.
Belva tidak menghiraukan perkataan mereka. Kertas yang berisi soal di meja mereka lebih menarik perhatiannya.
Bu Mira mengangkat bicara, "ehm .... Belva penampilanmu bagus, Ibu suka. Pertahankan, yah" katanya sambil mengedipkan matanya.
Belva tersenyum manis lalu berkata, "Makasih Bu" sambil menundukkan sedikit kepalanya.
"Ah. Ibu lupa, hari ini kita ulangan harian. Dan kamu terlambat 20 menit ... Ibu kasi kamu pilihan, mau ujian susulan tapi nilainya standar. Atau kamu ikut ulangan hari ini ..." kata Bu Mira berjalan mendekati Belva dengan membawa selembar kertas yang berisikan soal.
"Saya memilih ulangan hari ini Bu" Belva memotong perkataan Bu Mira
"Tapi kamu hanya bisa mengerjakan soal 15 nomor dalam waktu 20 menit ..." lanjut Bu Mira menantang Belva. "Itu hukuman karena kamu terlambat masuk 20 menit."
"Woh ... itu mustahil" kata temannya sebagian.
Audrea melihat Belva remeh," Cih. Mustahil bagi Si Cupu buat selesaiin 15 soal matematika dalam waktu 20 menit."
"Gue yakin lo bisa!" batin Salsa melihat Belva.
"Eh, kaki lembek. Orang yang ikut olimpiade aja butuh 3 menit buat gerjain soal tingkat tinggi kaya gini" kata Wina menambahkan
"Kaki lembek lebih baik ulangan susulan aja," saran Putri
"Iya. Daripada nilai lo jelek nanti," kata Irwan menyetujui.
"Iya. Benar tuh," kata salah satu temannya
"Kaki lembek, lo emang pinter. Tapi mustahil, kecuali lo pake cara cepat," kata Putri
Belva berfikir ada benarnya juga kata temannya. Dia kemudian melihat Salsa yang duduk di depan untuk meminta pendapat. Namun Salsa memalingkan wajahnya dan kembali mengerjakan soalnya. Merasa sedih karena Salsa benar-benar sudah tidak peduli dengan alasan tidak jelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Should Be Me [ Tamat ]
Misterio / Suspenso> Follow dulu yah, karena sewaktu-waktu cerita ini akan di privat< Di benci oleh orang tua sendiri! Di bully! Di Teror! Di ancam! Di jadikan bahan taruhan! Dan ingin di bunuh! Siapa yang akan tahan jika menjalani hidup seperti itu? Yah, Dia Belva Am...
![Why Should Be Me [ Tamat ]](https://img.wattpad.com/cover/273926434-64-k730538.jpg)