Setelah berita palsu Salsa mencelakai saudaranya sendiri tersebar ke seluruh penjuru sekolah, Salsa di jahui semua temannya dan dicap sebagai saudara yang tidak punya hati. Banyak di antara mereka yang sering membully Salsa hanya karena menanggung kesalahan yang tidak dilakukannya.
Sekarang Salsa di dalam kelas, sedang merapikan rambutnya yang berantakan akibat dibully anak-anak lain di luar kelas. Benar-benar menyebalkan!
"Belva nggak ke sekolah?" tanya Glen pada Salsa yang duduk di depan mejanya lalu membantu Salsa merapikan rambutnya.
Deg
"Nggak tau." Jawab Salsa lalu menghempaskan tangan Glen dari rambutnya.
"Lo, kan serumah sama dia, masa nggak tau sih," jengkel Glen.
"Tadi gue liat dia udah siap-siap kok mau berangkat sekolah" ucap Salsa tanpa melihat Glen.
"Lah, terus dia kemana? Mana bentar lagi masuk, lagi," tanya Glen frustasi mengacak rambutnya.
"Pagi anak-anak!" sapa Bu Mira saat masuk kelas.
"Pagi, Bu!" sahut semuanya siswanya yang kembali ke tempat duduknya masing-masing.
"Bagaimana kabarnya, baikkan?" tanya Bu Mira tersenyum melihat siswanya yang semangat hari ini.
"Iya, Bu" sahut semuanya, kecuali Mikeil dan Glen.
"Loh. Belva kemana?" tanya Bu Mira melihat bangku Belva kosong dan tidak ada yang menjawab.
"Salsa?" tanya Bu Mira namun Salsa menggeleng.
Bu Mira menghela nafasnya.
"Ingat yah, sebentar lagi kalian ujian. Ibu mau kalian benar-benar serius belajar, supaya kalian bisa dapet nilai yang bagus. Gunakan waktu kalian sebaik-baiknya untuk belajar" saran Bu Mira.
"Baik, Bu!" sahut semuanya
Di belakang sana, Glen dan Mikeil khawatir dengan Belva. Mikeil dan Glen berdiri tiba-tiba membuat meja mereka berdecitan dan membuat semua orang kaget.
"Kenapa?" tanya Bu Mira
"Saya mau Izin, Bu" jawab Mikeil dan Glen bersamaan.
Bu Mira mengangkuk lalu mereka berdua berlari ke luar kelas.
Glen dan Mikeil berlari mencari Belva di sekitar sekolah. Mereka mencarinya di toilet taman belakang gudang dan beberapa tempat lainnya. karena merwka berfikir Siapa tahu Belva di Bully.
Tapi Mikeil teringat sesuatu saat Belva di kejar orang yang ingin membunuh Belva waktu itu.
Mikeil menelpon Belva namun tidak di angkat.
"Ngimana?" tanya Glen namun Mikeil menggeleng.
Glen merasa kesal dan menendang tong sampah.
"Oh iya. Pasti dia ada di tempat itu" kata Mikeil lalu berlari.
******
Sekarang Belva berada di atas gunung, tempat di mana dia sering membolos. Dia memilih ke tempat ini untuk menenangkan diri dan menjernihkan pikirannya.
Sedari tadi ponselnya berbunyi namun dia malas untuk mengangkatnya. Karena dia ingin sendiri untuk saat ini setelah kejadian tadi.
Belva terus meniup balon. Tidak tau sudah berapa yang ia pecahkan, dan beberapa tidak ia pecahkan karena sudah tidak kuat untuk meniupnya.
"Lo benar-benar lakuin ide konyol gue" kata Glen bertolak pinggang karena sangat lelah berlari tanpa henti dan dari belakang Mikeil muncul dengan keadaan yang sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Should Be Me [ Tamat ]
Mystery / Thriller> Follow dulu yah, karena sewaktu-waktu cerita ini akan di privat< Di benci oleh orang tua sendiri! Di bully! Di Teror! Di ancam! Di jadikan bahan taruhan! Dan ingin di bunuh! Siapa yang akan tahan jika menjalani hidup seperti itu? Yah, Dia Belva Am...
![Why Should Be Me [ Tamat ]](https://img.wattpad.com/cover/273926434-64-k730538.jpg)