Bismillah....
Semoga di part ini kalian nggak kecewa. Jangan lupa vote dan kemontar yah!
Selamat membaca!
=====≠=========================
Di kantin sekolah, terdapat semua siswa yang sedang menyantap makanannya. Ada pula yang sedang mengambil dan memesan makanan.
Keadaan kantin sangatlah padat dan juga sangat berisik. Suara sendok yang berdentuman dengan mangkok dan piring serta suara sebagian siswa yang ada di kantin itu terdengar begitu jelas di telinga.
Di depan tempat pemesanan makanan, terlihat seorang gadis cupu yang sedang mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk yang masih kosong. Dia mulai berjalan dengan membawa nampan yang di atasnya terdapat bakso dan es jeruk kesukaannya.
Saat ia berjalan, salah satu siswa sedikit mengeluarkan kakinya dari dalam meja. Alhasil, dia tersandung dan tersungkur ke lantai. Dan makanannya terlempar mengenai seseorang.
"Hah" Kagetnya
Prankkk
Seketika kantin yang awalnya berisik langsung hening karena makanan Belva yang terlempar mengenai seseorang yang berpengaruh.
Orang itu sangat marah terlihat jelas di rahangnya yang kokoh itu. Dia membersihkan wajahnya, karena ingin melihat siapa yang membuatnya malu dengan melemparinya makanan.
"Mampus! Cari masalah aja tuh, Si Cupu" bisik salah satu siswa di kantin itu.
"Bakal ada perang nih kayaknya."
Belva melihat makanannya yang berserakan merasa sedih. Tapi saat melihat sepatu seseorang yang kotor akibat makanannya yang terlempar langsung membulatkan matanya karena kaget. Takut tapi penasaran, terpaksa dia mengangkat kepalanya sedikit demi sedikit. Dan lebih kaget lagi pada saat melihat wajah itu.
"Astaga ... aku dalam masalah besar sekarang" batinnya
Siapa yang tidak tau mengenai laki-laki yang sangat berpengaruh di sekolah ini. Siapa lagi kalau bukan Mikeil Filemon Felix. Siswa tertampan dan terfavorit plus kesayangan kaum hawa di sekolah ini serta terkenal sangat dingin pada semua orang.
"Lo ...." tunjuk Mikeil lalu berjalan mendekati Belva kemudian menarik dasi Belva kasar hingga dia pun ikut berdiri.
Belva yang takut menutup matanya tidak berani menatap yang sudah seperti mata elang itu.
"Lo punya mata, kan!" tanyanya di depan wajah Belva.
Belva mengangkuk dengan cepat tanpa melihat mata Mikeil. Dan dia langsung dihempaskan ke lantai dengan kasar.
"Kalau lo punya mata, kenapa lo nggak pake mata lo buat liat kedepan, hah!?" bentak Mikeil
Belva hanya diam karena sekali menjawab, fans Mikeil pasti akan membully lebih parah dari ini.
Semua orang yang ada di kantin itu seketika ternganga dengan perkataan Mikeil yang panjang lebar. Karena Mikeil baru pertama kalinya berbicara lebih dari satu kalimat di depan umum.
"Harusnya lo tuh fokus, sama tujuan lo jangan nengok samping kiri kanan, dan kaki lo ...." Mikeil menarik nafas sambil menunjuk kaki Belva.
"Lo punya dua mata dan ada bantuan kaca mata pula, masa pandangan mata lo masih kurang," kesal Mikeil tidak habis pikir.
"Harusnya 4 mata lo pake pandu kaki lo yang LEMBEK ITU!" sambungnya menekan kata terakhir ucapannya kemudian berlalu pergi.
"Maaf!" kata Belva Mikeil berhenti melangkah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Should Be Me [ Tamat ]
Mystery / Thriller> Follow dulu yah, karena sewaktu-waktu cerita ini akan di privat< Di benci oleh orang tua sendiri! Di bully! Di Teror! Di ancam! Di jadikan bahan taruhan! Dan ingin di bunuh! Siapa yang akan tahan jika menjalani hidup seperti itu? Yah, Dia Belva Am...
![Why Should Be Me [ Tamat ]](https://img.wattpad.com/cover/273926434-64-k730538.jpg)