LUKA || CHAPTER 06

7.2K 884 25
                                        


Yang minta double up angkat duit?!

Nih, udah tata turutin, jangan lupa vote sama komen sekalian.

Tata maksa!!

__________________________

06. Satu Hari Yang Romantis

"Entah apa yang terjadi dengan saya. Tapi saya selalu menginginkan kamu selalu tersenyum dan tertawa lepas bersama saya."

~Raka

_______________________

     Raka terus memandangi wajah cantik Mira. Wajah gadis itu terlihat cantik alami dan polos. Berbeda jika bangun, Mira selalu menatapnya datar atau justru tidak minat.

     Sekarang sudah jam sepuluh. Raka tetap di kamar dan tak beranjak dari kasur sama sekali. Padahal perutnya belum terisi makanan atau minuman. Pria itu merasa nyaman dengan memeluk gadis yang berstatus istrinya.

     Tanpa sadar, tangannya mengelus-elus pipi Mira. Lama kelamaan jari telunjuknya mengukir abstrak di wajah cantik Mira.

Eungh

     Perlahan, mata Mira terbuka. Gadis itu merasa terganggu dengan sentuhan di wajahnya. Setelah mengumpulkan nyawanya, hal yang pertama ia lihat adalah wajah datar Raka. Ia hanya tersenyum tipis dan mendudukkan dirinya.

     "Udah sarapan?" Raka menggeleng.

     "Yaudah, ayo sekarang makan."

     Raka menahan tangan Mira yang ingin beranjak dari kasur. "Tak perlu, saya tidak nafsu makan dengan masakan kamu," tolaknya sambil membaringkan Mira kembali.

     Mira mengerucutkan bibirnya kesal. Hey, meskipun Raka tidak suka dengan masakannya, setidaknya jangan menghina seperti itu.

     "Tidur, Mira."

     Mira berdecak. "Iya, ini mau tidur."

     Ia kembali memejamkan matanya. Lagipula ia juga masih mengantuk. Apalagi saat Raka mengelus punggungnya seperti tadi. Nyaman. Rasanya Mira ingin selalu berada di posisi ini. Hangatnya dekapan Raka, dan sandaran yang nyaman.

     Melihat Mira yang seperti ingin tidur lagi, Raka semakin mengelus punggung istrinya. Mira yang memang masih mengantuk kembali tertidur karena elusan lembut Raka.

     Mendengar dengkuran halus, Raka turun dari kasur dengan hati-hati, ia takut Mira akan terbangun lagi. Dengan langkah pelan dan hati-hati, Raka menutup pintu kamar dan turun ke bawah.

     Kakinya terus melangkah, hingga berhenti di depan meja makan. Melihat masakan Mira, membuatnya meneguk ludahnya sendiri. Sepertinya masakan Mira enak, tapi ada sayurannya, dan Raka tidak suka itu.

Kruuk

     Raka memegang perutnya yang barusan berbunyi. Tak ada pilihan lain selain memakan masakan Mira. Raka menoleh ke kanan-kiri, memastikannya tidak ada orang yang melihatnya.

Ia menatap makanan yang dimasak Mira tadi. Masakan itu menggodanya seakan-akan ingin jika ia makan.

     Dengan gerakan cepat, Raka mengambil nasi dan lauk pauk yang dibuat Mira tadi. Raka menyendokkan ke mulutnya siap untuk mema--

L U K A || Mira&RakaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang