36. Ha?
"Gak habis pikir."
~ Mira
________________________
"Mas Raka..."
Raka menggenggam lembut tangan istrinya. Berkali-kali ia menepuk-nepuk pelan pipi Mira agar wanita itu terbangun.
"Aduh, sayang..., Kamu mimpi apa, sih?" gumam Raka khawatir.
Bagaimana tidak khawatir? Mira pingsan saat di taman tadi karena kedatangan seseorang yang tidak diharapkan.
Keringat sudah membasahi dahi dan leher Mira. Air mata juga keluar, namun mata Mira masih terpejam.
Tak lama Mira membuka matanya perlahan. Wanita itu langsung terduduk kala mengingat kejadian yang ia alami.
Betapa terkejutnya ia saat melihat Raka yang berada di sampingnya sambil menatapnya khawatir.
"Lho? Bukannya mas nikah lagi sama Emma?" ucapnya bingung.
Kening Raka mengkerut bingung. "Nikah apa, sih, sayang? Orang aku dari tadi nemenin kamu, kok bilang aku nikah lagi."
Jadi...
Tadi itu cuma mimpi?! Tapi kenapa rasanya begitu nyata.
Raka memeluk pinggang Mira. "Udah, jangan terlalu dipikirkan. Kamu makan aja, ya. Perut kamu masih belum keisi, kasihan nanti anaknya gak makan."
Mira mengangguk kaku. Sampai sekarang ia masih bingung dan mencoba mengingat-ingat kejadian di taman, namun otaknya nge-lag tiba-tiba.
"Ayo, makan."
Raka memakaikan Mira hijab instan. Ia menggenggam lembut tangan Mira dan membawanya ke meja makan. Tangannya mengepal melihat Mira yang masih melamun.
Sepertinya Mira memang mimpi buruk, sangat buruk.
"Sini, mas suapin."
Mira hanya diam menerima suapan dari Raka. Jujur, sampai sekarang ia masih bingung dengan mimpinya sendiri.
Bangun-bangun sudah seperti orang linglung.
°°°
"Jadi, kamu gak mau cerita sama mas?"
Raka memeluk pinggang Mira dan menyandarkan kepala istrinya itu di dadanya. Tak lupa ia mengelus lembut perut Mira.
"Aku pikir tadi itu nyata," ucap Mira.
"Yang mana? Yang kata kamu mas nikah lagi?"
Mira mengangguk pelan. Wanita itu menceritakan apa yang terjadi di mimpinya. Bahkan mimpi itu terasa sangat nyata.
Sembari mendengar celotehan istrinya, Raka terus mengusap-usap perut atau punggung Mira untuk menenangkan. Ia sendiri sangat terkejut dengan mimpi yang Mira ceritakan.
Memang dulu ia bersikap kasar kepada Mira, tapi itu dulu.
Mimik wajah Mira bercerita serius. Saat menceritakan dimana ia menceraikan Mira saat dia hamil, tentu saja ia dibuat kaget lagi. Apakah ia begitu kejam di mimpi Mira?
"Cuma mimpi. Insyaallah gak akan terjadi apa-apa."
Mira menarik ingusnya yang keluar. "Tapi tetap aja aku takut."
Raka mengusap-usap punggung Mira agar wanita itu tertidur. Dan benar saja, selang beberapa menit Mira sudah tertidur pulas.
Dengan hati-hati Raka melepas pelukannya. Pria itu duduk di sofa dan melihat pesan yang dikirim Papanya
KAMU SEDANG MEMBACA
L U K A || Mira&Raka
Chick-LitImpian Mira yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Universitas menjadi angan-angan saja. Gadis itu harus merelakan impiannya dan menikah dengan laki-laki seperti Raka. Raka bilang, dia sangat mencintai dirinya. Tapi nyatanya? Semua itu hanya OMONG...
