L U K A || CHAPTER 16

6.6K 847 86
                                        

16. Rencana Licik

"Diam bukan berarti menyerah dengan keadaan, gue diam karena menata hati yang siap akan patah hati."

~ Mira

______________________

Emma berjalan dengan angkuhnya memasuki club'. Mini dress merah menyala dengan belahan dada rendah dengan make-up tebal, bibir semerah darah.

Matanya menelisik mencari seseorang yang akan bermain dengannya. Ia memasang senyum genitnya kala menemukan seseorang itu.

"Hay sayang."

Emma langsung menyosor bibir pria tua itu. "Mau sekarang atau nanti?" tanyanya dengan nada sensual.

Pria yang berinisial W itu membalas ciuman Emma. "Kita bersenang-senang dulu, beby."

Pria tua itu memberi Emma segelas wine dan langsung ditolak oleh wanita itu.

"Jika aku mabuk, akan sangat sulit nanti untuk melayani mu."

Pria tua itu mengelus pipi Emma. "Kamu sangat perhatian, beby."

Tak tahan, pria tua itu langsung membawa Emma ke kamar yang ia booking.

Mereka tak sadar jika ada seseorang yang merekam aksi menjijikkan itu.

Jack.

Ia menyeringai. Hampir setiap hari ia membututi Emma. Dan tentang kamar itu, ia sudah menaruh CCTV didalamnya. Ia ingin melihat kedok busuk Emma terbongkar di hadapan Raka.

Tinggal menunggu semua bukti dan membuat Raka mencintai Mira. Lalu rumah tangga sahabatnya itu menjadi bahagia, seperti yang diinginkan Mira.

°°°

Setelah bermain dengan pria tua tadi Emma langsung pergi, tentunya setelah ia mendapatkan cek yang nominalnya sangat besar.

Tadi mereka hanya bermain setengah jam karena pria tua itu langsung pingsan. Emma tak masalah, justru wanita itu terlihat sangat senang.

Dan disinilah ia berada. Di pinggir jalanan yang sepi dengan penampilan yang sengaja ia buat kacau. Emma sengaja berada disana karena jalan itu adalah jalan yang biasa Raka gunakan untuk pulang.

Ia masih hafal dengan kebiasaan Raka yang sering pulang malam. Dan benar saja, ia melihat mobil Raka yang melaju kearahnya. Dengan segera ia berpura-pura menangis.

Raka yang melihat seseorang familiar langsung menghentikan mobilnya.

"Emma!"

Raka berlari menghampiri Emma yang memeluk lututnya. Emma terlihat bergetar dengan air mata buaya yang terus keluar.

"Hiks...hiks..."

Tangisan Emma terdengar memilukan bagi Raka. Pria itu tak tega dengan kondisi Emma yang memprihatinkan. Ia membawa Emma masuk ke mobilnya dan membawanya pulang.

Mungkin itu cara yang tepat, pikir Raka.

"Kamu kenapa ada disitu? Terus kamu kenapa pakai pakaian begini?"

L U K A || Mira&RakaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang